Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the image-optimization domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /www/wwwroot/ppg.iainptk.ac.id/wp-includes/functions.php on line 6121
PPG - Page 9 of 10 -

Blog

  • LPTK IAIN Pontianak Catatkan Sejarah Baru Luluskan 92,77 Persen Guru Profesional

    LPTK IAIN Pontianak Catatkan Sejarah Baru Luluskan 92,77 Persen Guru Profesional

    KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Bertempat di Ballrom Orcadz  Hotel Pontianak, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menggelar acara pengukuhan guru profesional program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

    Acara yang diperuntukkan bagi para guru lulus UKMPPG dan telah berhasil meraih gelar Guru Profesional (Gr). Sebanyak 226 mahasiswa PPG LPTK IAIN Pontianak secara resmi dikukuhkan sebaga Guru Profesonal (Gr) pada hari Selasa (30 April 202).

    Para guru tersebut berhasil menyelesaikan program pelatihan dan uji kompetensi dengan hasil yang memuaskan dan siap menjadi tenaga pendidik yang berkualitas di masa depan. Hadir dalam acara pengukuhan tersebut perwakilan Kantor Kementian Agama Kalimantan Barat, Rektor IAIN Pontianak Prof. Dr. H. Syarif, MA.,  Dekan FTIK IAIN Pontianak Prof. Dr. H. Hermansyah, M.Ag., Wakil Dekan, Kabag TU FTIK  H. Tommy Hardiansyah, SE., MM., Ketua Prodi PPG, Ana Rosilawati, M.Ag.,  jajaran Dosen, Guru Pamong, jajaran pengelola Prodi PPG.

    Kaprodi PPG Ana Rosilawati, M.Ag menjelaskan bahwa Dari 63 orang peserta ujian first taker yang mengikuti ujian UKMPPG, terhitung 61 orang atau 96, 83% dinyatakan lulus. Sementara dua orang atau 3,17% dinyatakan tidak lulus. Sedangkan dari 20 orang re-taker, tercatat ada 16 orang yang lulus dan 4 orang yang tidak lulus. Sehingga total dari 83 orang peserta ujian, 77 orang atau 92,77% dinyatakan lulus, dan 6 orang atau 7,23% dinyatakan tidak lulus. 

    Ana Rasilawati bersyukur atas hasil tersebut. Ia menilai bahwa hasil tersebut sangat memuaskan. 

    “Ini capaian yang sangat luar biasa yang harus kita syukuri dan harus dipertahankan bahkan kita tingkatkan kembali. Kalau sebelumnya K-1 kita bisa maraih 89,72%, pada K-2 ini kita bisa 92,77% ini raihan yang harus kita syukuri. Yang membanggakan, kita peringkat ke 7 diantara PTKIN yang ditunjuk kemenag untuk menyelenggarakan PPG, dan perngkat pertama diantara IAIN yang menyelenggarakan PPG,” ujarnya penuh bahagia.

    Ana Rasilawati  mengucapkan Selamat kepada Bapak/Ibu guru yang sudah dikukuhkan pada hari ini,  terus semangat dan kreatif dalam menjalankan tugasnya mengajar di lembaga masing-masing. Ingat bahwa program PPG merupakan benteng terahir bagi terwujudnya kualitas guru dalam menghadapi kompleksitas permasalahan dan tantangan pendidikan saat ini.

    ”Guru profesional adalah guru-guru yang menginspirasi, menggairahkan, dan mencerdaskan peserta didik, Disiapkan melalui suatu sistem pendidikan di LPTK yang modern dan bermutu dengan menggunakan kurikulum yang adaptif terhadap tuntutan masa depan. Diterapkan dengan prinsip pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan,” ungkapnya.

    Dekan FTIK IAIN Pontianak Prof. Hermansyah berpesan dan mengingatkan kepada para guru yang telah dikukuhhkan agar selalu meng-update diri terhadap perubahan teknologi.

    “Perubahan adalah sebuah keniscayaan, apalagi globalisasi menuntut banyak aspek secara dinamis menyesuaikan dengan segala perubahan dan kompetisi globalisasi memberikan tantangan tersendiri bagi guru. Semoga para lulusan dan guru yang telah dikukuhkan dan di akui sebagai guru profesional dapat terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi yang positif dalam dunia pendidikan,”jelasnya.

    Kakanwil Kemenag Kalbar melaui  Kabid Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papkis) Drs. H. Nahruji, M.Si, ucapkan selamat dan harapnnya kepada para guru yang telah dikukuhkam sebagai guru profesional.

    ”Selamat kepada Bapak/Ibu yang telah dikukuhkan sebagai guru profesional pada hari ini, dan kami berharap agar pengukuhan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik dalam memajukan pendidikan di negeri ini. Kehadiran Bapak/Ibu semua sebagai guru profesional diharapkan dapat mengembangkan pengalaman dan ilmunya untuk memajukan dimasing-masing sekolah/madrasah khususnya di dunia pendidikan.”  ujarnya.

    Rektor IAIN Pontianak dalam sambutanya ia berharap kepada para Guru yang telah dikukuhkan tugasnya semakin berat, guru profesional tidak hanya berhenti sampai telah dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat, yang terpenting adalah harus mampu memberikan pelayanan pendidikan terbaik dan memastikan para peserta didk mendapat layanan pendidikan yang baik serta memiliki Akhlakul Karimah.

    ”Saya berpesan agar para guru senantiasa mengajarkan nilai-nilai moderasi beragam kepada peserta didik sejak dini. Artinya, kompetensi yang baik secara intelektual merupakan harapan bersama, tetapi memastikan bahwa anak-anak Indonesia dapat hidup berdampingan dengan orang lain yang berbeda dengannya adalah sebuah keharusan dengan tetap mempedomani nilai-nilai agama Islam.”ungkapnya.

    Dr. H. Syarif, MA selaku Rektor IAIN Pontianak mengapresiasi kinerja pengelola dan mengucapkan selamatkan atas kelulusan mahasiswa PPG dalam jabatan yang dikukuhkan hari ini. Beliau berpesan agar mengutamakan Akhlakul Karimah sebagai Guru PAI maupun Guru Madrasah.

    Acara pengukuhan dilanjutkan dengan pembacaan ikrar Guru Profesional yang dipimpin oleh salah seorang lulusan bernama Aspar Ridwan Lubis, kemudian dilanjutkan penyampaian pesan dan kesan oleh  mahasiswa PPG dalam jabatan di LPTK IAIN Pontianak.

    Pesan dan kesan diwakili oleh Asy’ari Said asal Kabupaten Kayong Utara mewakili para mahasiswa, ia menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada LPTK IAIN Pontianak, para dosen dan pengelola PPG atas kesempatan yang diberikan untuk menimba ilmu kependidikan melalui program Pendidikan Profesi Guru dalam jabatan. Acara diakhiri dengan pembacaan doa.  (N78BET)

    Editor : Aan

    Sumber: https://www.kalbarnews.co.id/2024/05/lptk-iain-pontianak-catatkan-sejarah.html

  • Tingkat Kelulusan UKMPPG IAIN Pontianak Capai 92,77 Persen

    Tingkat Kelulusan UKMPPG IAIN Pontianak Capai 92,77 Persen

    KBRN, Pontianak: Tingkat kelulusan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Guru (UKMPPG) IAIN Pontianak mencapai 92,77 persen. 

    Presentase itu terlihat berdasarkan Pengumuman Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia nomor B-206/DJ.I/Dt.I.III/HM.00/02/2024 perihal Pengumuman Hasil UKMPPG Batch-2 Guru Kategori-2 (K-2), tertanggal 29 Februari 2024, sejumlah LPTK Pelaksana Kegiatan PPG yang berada di Perguruan Tinggi mengeluarkan pengumuman kelulusan bagi peserta tes UKMPPG Batch 2 Guru K-2, tidak terkecuali LPTK Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pontianak.

    Sebanyak 83 orang peserta ujian yang terdiri dari 63 orang first taker atau baru pertama kali dan 20 orang re-taker mengikuti ujian UKMPPG pada 17 Februari 2024 lalu di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati Bandung. 

    Peserta ujian ini berasal dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Ujian PPG ini merupakan syarat untuk mendapatkan sertifikasi sebagai guru yang telah diatur oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. 

    Dari 63 orang peserta ujian first taker yang mengikuti ujian UKMPPG, terhitung 61 orang atau 96, 83% dinyatakan lulus. Sementara dua orang atau 3,17% dinyatakan tidak lulus.

    Sedangkandari 20 orang re-taker, tercatat ada 16 orang yang lulus dan 4 orang yang tidak lulus. Sehingga total dari 83 orang peserta ujian, 77 orang atau 92,77% dinyatakan lulus, dan 6 orang atau 7,23% dinyatakan tidak lulus. 

    Kaprodi PPG IAIN Pontianak Ana Rasilawati bersyukur atas hasil tersebut. Ia menilai, bahwa hasil tersebut sangat memuaskan. 

    “Ini capaian yang sangat luar biasa yang harus kita syukuri dan terus kita pertahankan, bahkan kita tingkatkan kembali. Kalau sebelumnya K-1 kita bisa maraih 89,75%, pada K-2 ini kita bisa 92,77% ini raihan yang harus kita syukuri,” ujarnya, Kamis (7/3/2024). 

    “Selamat kepada Bapak/Ibu guru yang sudah dinyatakan lulus pada UKMPPG kali ini dan tetap semangat kepada 8 orang yang belum lulus. Masih ada kesempatan untuk mengikuti UKMPPG pada batch berikutnya,” ucap Ana Rasilawati. 

    Hal senada juga disampaikan oleh Syamhadi selaku sekretaris Prodi PPG IAIN Ponianak. 

    “Selamat kepada yang sudah dinyatakan lulus UKMPPG. Ini hasil yang sangat memuaskan yang harus kita syukuri, semua ini hasil kerja keras kita semua/pengelola, terutama para admin kelas yang sangat luar biasa,” ucapnya. 

    “Kepada peserta yang telah dinyatakan lulus UKMPP diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif dalam dunia pendidikan dan membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia,” tuturnya. 

    Dalam ujian yang dilaksanakan secara daring, peserta diuji sesuai dengan soal sebanyak 120 nomor sesuai mata pelajaran yang diampuh. Dengan hasil yang memuaskan, para peserta berhasil menunjukkan kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang guru yang profesional.

    Sumber: https://rri.co.id/pontianak/daerah/584188/tingkat-kelulusan-ukmppg-iain-pontianak-capai-92-77-persen

  • Upaya Cetak Guru Profesional, LPTK IAIN Pontianak Sosialisasi dan Koordinasi PPG Daljab Tahap I 2024 di Kabupaten Mempawah

    Upaya Cetak Guru Profesional, LPTK IAIN Pontianak Sosialisasi dan Koordinasi PPG Daljab Tahap I 2024 di Kabupaten Mempawah

    Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) IAIN Pontianak kembali melakukan Sosialisasi dan Koordinasi Persiapan Pelaksanaan PPG Dalam Jabatan Tahap I Tahun 2024, Rabu (20/12/2023) di Lantai II Aula Kantor Disdikporapar Kabupaten Mempawah. Kegiatan yang diikuti oleh Guru PAI se-Kabupeten Mempawah tersebut berlangsung 20 s.d. 21 Desember 2023.

    Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Parawisata (Disdikporapar) yang diwakili Heri Puwanto, menyambut baik kunjungan dari Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) IAIN Pontianak  dalam rangka Sosialisasi & Koordinasi Persiapan Pelaksanaan PPG Dalam Jabatan Tahap I  Tahun 2024.

    “Mewakili Pemerintah Kabupaten Mempawah mengucapkan terima kasih kepada LPTK IAIN Pontianak yang telah  mau melakukan sosialisi di wilayah kami, mengingat PPG ini merupakan salah satu upaya dalam mencetak guru profesional. Insya Allah Pemda Mempawah di tahun 2024 akan membiayai 30 guru untuk menjadi bagian peserta PPG. Dan masih tersisa sekitar 60 guru lagi, semoga pada tahap berikutnya bisa kami anggarkan lagi,” ucapnya.

    Ia juga mengingatkan bahwa sertifikasi guru menjadi penting untuk memastikan sebagai profesi yang benar-benar telah teruji kemampuannya dan untuk mendapatkan sertifikat tersebut  harus melalui proses tertentu salah satunya melalui mengikuti program PPG.

    “Sertifikasi guru merupakan pemenuhan kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi profesional. Oleh karena itu, proses sertifikasi dipandang sebagai bagian esensial dalam upaya memperoleh sertifikat kompetensi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Sertifikasi guru merupakan proses uji kompetensi bagi calon atau guru yang ingin memperoleh pengakuan atau meningkatkan kompetensi sesuai profesinya. Pada hakikatnya, sertifikasi guru adalah untuk mendapatkan guru yang baik dan profesional, yang memiliki kompetensi untuk melaksanakan fungsi dan tujuan sekolah khususnya, serta tujuan pendidikan pada umumnya, sesuai kebutuhan masyarakat dan tuntutan zaman,” imbuhnya

    Sementara itu, Dekan FTIK IAIN Pontianak yang diwakili Wakil Dekan I Bidang APL, Eka Hendry AR, S.Ag., S.Pd., M.Si., M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan perlunya kerjasama LPTK dan pemerintah daerah untuk mempercepat sertifikasi guru.

    “Sampai saat ini, masih ada sekitar 151 ribu yang antri untuk mengikuti PPG, Oleh sebeb itu , jika semua ini hanya menunggu APBN akan lama menyelesaikan antrean tersebut, tentu dukungan pemerintah daerah dalam bentuk memberikan anggaran atas program ini tentu sangat diperlukan untuk mempercepat program peningkatan kualitas guru menjadi guru profesional/bersertifikat.”

    Sekretaris Prodi PPG, Syamhadi Sy, M.Pd sekaligus narasumber memaparkan secara detail tentang sistem seleksi mahasiswa PPG Dalam Jabatan, pelaksanaan,  bobot SKS yang harus ditempuh, kurikulum, teknis perkuliahan, dan waktu pelaksanaan. Pembelajaran Program PPG Dalam Jabatan meliputi Regnisi Pembelajaran Lampau (RPL), Pendalaman Materi, Lokakarya, Perangkat Pembelajaran, Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Uji Kinerja (UKin) hingga Uji Pengetahuan (UP).

    “Melalui PPG Daljab ini, kami LPTK IAIN Ponianak siap menyiapkan calon guru yang profesional untuk memenuhi kualitas dan kuantitas guru di seluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Mempawah ini. Sudah saatnya putra-putri terbaik bangsa untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan. PPG Daljab dengan desain kurikulum dan sistem rekrutmen yang dipersiapkan mengikuti kebutuhan pendidikan saat ini. Bersama-sama kita bergerak menuju guru profesional menuju Merdeka Belajar,” ajaknya penuh semangat.

    Penulis: Abd Hamid
    Editor: Septian Utut Sugiatno, M.Pd

  • LPTK IAIN Pontianak Kembali Kukuhkan 248 Guru Profesional

    LPTK IAIN Pontianak Kembali Kukuhkan 248 Guru Profesional

    KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Sebanyak 248 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Madrasah Dalam Jabatan (Daljab) Batch 1 Tahun 2023 Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak mengikuti Pengukuhan Guru Profesional pada Kamis, (14/12/2023) bertempat di Hotel Harris Pontianak.

    Hadir dalam acara pengukuhan tersebut Kepala Kantor Kementian Agama Kalimantan Barat Dr. Muhammad Muhajirin Yanis, M.Pd.I., Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Dr. Ali Hasmy, M.SI., Wakil Dekan I Eka Hendry AR, S.Ag., S.Pd., M.Si., M.Pd, Ketua Prodi PPG, Ana Rosilawati, M.Ag., jajaran Dosen, Guru Pamong, tamu undangan, dan jajaran pengelola Prodi PPG.

    Dalam laporannya, Kaprodi PPG menyampaikan secara rinci mahasiswa yang dikukuhkan sebagai Guru profesionial. Beliau juga menyampaikan selamat kepada seluruh mahasiswa PPG yang akan dikukuhkan. Tak lupa beliau juga mengingatkan bahwa setelah dikukuhkan sebagai guru profesional, semakin banyak tanggung jawab yang diemban.

    “Perlu kami laporkan kepada Bapak Kepala Kantor Kementian Agama Kalimantan Barat, Rektor dan Dekan bahwa mahasiswa PPG Batch 1 Daljab Tahun 2023 LPTK IAIN Pontianak tercatat 248 dinyatakan lulus UKMPPG baik retaker maupun fristaker dengan rincian 45 mahaiswa (77,59) rekter, 203 mahasiswa (86,39%) fristaker,” Jelasnya.

    Kaprodi PPG mengatakan Dan dari total peserta yang akan mengikuti pengukuhan guru profesional secara langsung sebanyak 171, sedangkan 77 peserta mengikuti daring melalui platform zoom dan kanal Youtube IAIN Pontianak.

    “Adapun rincian pendanaan pelaksanaan PPG tahun ini, 110 mahasiswa PAI dengan biaya APBD, 100 mahasiswa madrasah dengan biaya APBN dan 35 PAI APBN. Oleh sebab itu, sebagai bagian pimpinan, kami menyampaikan selamat kepada Bapak-ibu atas dikukuhkannya sebagai guru professional.” jelasnya.

    Tak lupa beliau juga mengingatkan juga berpsan kapada mahaiswa yang akan dikukuhkan bahwa setelah dikukuhkan sebagai guru profesional, semakin banyak tanggung jawab yang diemban.

    “Dengan telah dikukuhkannya sebagai guru profesional, Bapak/Ibu akan semakin banyak tanggung jawab yang akan diemban. Namun begitu, kami yakin Bapak/Ibu sejatinya sudah menjadi guru profesional dan kompeten di bidang masing-masing.” pesan Ana sapaan akrab Kaprodi PPG mengkiri laporannya.

    Eka Hendry dalam sambutannya menyampaikan agar para mahasiswa yang telah dikukuhkan menjadi guru profesional agar memberikan yang terbaik untuk anak didiknya serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi.

    “Sebagaimana kita ketahui bersama, guru menjadi aktor terpenting dalam pendidikan. Kurikulum mau sebagus apa pun kalau guru tidak bisa memeberikan yang terbaik untuk siswanya tentu tidak akan bisa mengasih yang terbaik untuk anak didiknya. Guru menjadi aktor terpenting dalam keterampilan, kecakapan, daya kritis dan daya juang peserta didik.” Terangnya.

    Eka mengatakan Guru harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dan menghasilkan pembelajaran yang menarik untuk siswa, sehingga kedepannya guru mampu menghasilkan modul dan media pembelajaran yang menarik, serta memanfaatkan media sosial untuk mengembangkan kemampuan pembelajaran.

    “Bapak/Ibu adalah guru-guru yang beruntung bisa mengikuti PPG mengingat di luar sana ada sekitar 151 ribu yang antri untuk mengikuti PPG,” jelasnya.

    Eka menambahkan Oleh sebab itu , jangan hanya mengharapkan anggaran yang disediakan oleh Kementerian Agama akan lama menyelesaikan antrean tersebut, tentu dukungan pemerintah daerah dalam bentuk memberikan anggaran atas program ini tentu sangat diperlukan untuk mempercepat program peningkatan kualitas guru menjadi guru professional.

    Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I menyampaikan bahwa salah satu amanah dalam Undang-undang ‘45 adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Salah satu poin penting dalam menyukseskan amanah Undang-undang tersebut diantaranya harus memiliki guru yang berkualitas yang bersertifikat sebagai guru profesional.

    “Guru profesional adalah guru yang memiliki keahlian di bidangnya, guru yang mampu berkreasi dan berinovasi atas pembelajaran serta mampu beradaptasi pada tiap perubahan dan perkembangan zaman,” tutur Muhajirin Yanis.

    Perkembangan zaman mengakibatkan semakin banyak tantangan yang dihadapi tidak terkecuali dunia pendidikan, dan tantangan ini dapat dijawab dan diatasi salah satunya dengan meningkatkan kemampuan guru menjadi guru yang profesional.

    “Sertifikat yang akan bapak dan ibu terima ini adalah legitimasi atas pengakuan negara bahwa bapak ibu telah menjadi guru profesional. Jangan berpuas diri atas apa yang sudah didapat, terus tingkatkan kualitas diri bapak dan ibu, maka kualitas kesejahteraan pun akan meningkat pula. Program PPG tidak akan pernah habis kalau tidak didukung oleh semua pihak. Kita berharap khususnya guru agama yang diangkat oleh Pemerintah Daerah yang mengajar di sekolah-sekolah negeri agar dapat diberikan support oleh Pemerintahan Daerah setempat,” pungkas Muhajirin mengakhiri sambutannya

    Ali Hasmy mewakili Rektor yang sedang menerima Penyerahan KMA Guru Besar di kantor Kementerian Agama Republik Indonesia Jakarta, juga menyampaikan selamat kepada para guru yang telah dikukuhkan sebagai guru professional

    “Hari ini adalah hari yang membahagiakan karena ibu dan bapak memasuki ranah pengakuan (rekognisi) negara melalui pengukuhan sebagai guru profesional. Oleh karena itu, saya menyampaikan tahniah selamat buat Ibu dan Bapak, selain sudah melalui proses panjang, masa penantiannya juga sudah sangat panjang bahkan ada yang mendekati 20 tahun pengabdian dan saya mendengar juga ada yang tinggal beberapa tahun lagi masa pengabdian,”ucapnya penuh Bahagia

    Ali mengatakan Profesi guru sangat mulia. Jadikan guru sebagai passion, dan harus mampu membangun suasana yang kondusif dan menyenangkan bagi anak didik di sekolah, sehingga anak-anak bahagia belajar. Jangan malas belajar dan tingkatkan kompetensi sebagai guru. .(AbdH).

    Editor : Aan

    Sumber: https://www.kalbarnews.co.id/2023/12/lptk-iain-pontianak-kembali-kukuhkan.html

  • Samakan Persepsi, Prodi PPG IAIN Pontianak Siap Laksanakan Lokakarya Perangkat Pembelajaran dan PPL

    Samakan Persepsi, Prodi PPG IAIN Pontianak Siap Laksanakan Lokakarya Perangkat Pembelajaran dan PPL

    Pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan LPTK IAIAN Pontianak bersama Program Studi Pendidikan Profesi Guru mengadakan rapat koordinasi persamaan persepsi terkait persiapan pelaksanaan perangkat pembelajaran yang akan dilaksanakan di ruangan Nuanza Hotel Alimoer Jl. A. Yani II. Sabtu (23/09).

    Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga (APK), Dr. Ali Hasmy, M.Si menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Program PPG selama ini. Dukungan sepenuhnya juga diberikan untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan Program PPG, terutama dalam peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia yang ikut terlibat. Salah satunya melalui kegiatan refreshment ini yang dimaksudkan untuk menyamakan persepsi, memperbarui keterampilan ataupun pengetahuan dasar mengenai implementasi kurikulum merdeka belajar dalam konteks pelaksanaan pembelajaran PPG Dalam Jabatan tahun 2023.

    Sementara itu, Dekan FTIK, Dr. H. Hermansyah, M.Ag dalam sambutannnya berharap kepada seluruh pengajar untuk memberikan komitmen terbaik dalam rangka mendampingi guru-guru dalam tahap pengembangan perangkat pembelajaran, karena ini menjadi bekal untuk menghadapi PPL yang akan dilakukan mahasiswa PPG Tahap 2 tahun 2023.

    “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan penilaian dan pengetahuan saja pada mahasiswa tapi juga bimbingan dan komitmen terbaik dalam mendampingi mereka. Oleh sebab itu, optimalisasi dari guru dan dosen sangat kami harapkan agar bisa memberikan hasil yang maksimal,” ucapnya.

    Ketua Program Studi PPG, Ana Rosilawati, M.Ag dalam laporannya menyampaikan akan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan kurang lebih 20 hari tersebut.

    “Kegiatan yang dihadiri 46 orang yang terdiri dari dosen, guru pamong baik dari PAI dan madrasah ( al-Quran al-Hadis, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)), dan pengelola LPTK IAIN Pontianak. Kegiatan bertujuan mengingatkan dan menyegarkan kembali para dosen dan guru pamong,”. ujarnya

    “Dan tidak lupa, kami ucapkan terima kasih atas kehadiran bapak/ibu dalam rangka persiapan memasuki fase kedua dan ketiga dari beberapa rangkaian peleksanaan PPG Tahap 2 ini yaitu Perangkat Pembelajaran dan Praktik Pengalaman Lapangan yang diselenggarakan oleh LPTK IAIN ini. Terkhusus kepada nasumber kita Dr. H. Suwadi, S.Ag., M,Ag., M.Pd. kegiatan yang bertujuan memberikan penyegeran bagi bapak ibu semua. Oleh sebab itu saya berharap agar bapak ibu bisa lebih fokus dan rileks dengan kegiatan ini sehingga nantinya ketika proses berlangsung dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar,” imbuhnya.

    Dalam paparannya, Dr. H. Suwadi, S.Ag., M,Ag., M.Pd sebagai narasumeber menjelaskan bahwa spirit kurikulum merdeka yang sudah diinternalisasikan juga ke dalam program PPG tentu saja memberikan ruang yang luas bagi pengelola dan pendidik untuk merumuskan pengembangan kurikulum operasional madrasah sesuai potensi serta sumber dayanya. Kurikulum merdeka tidak boleh hanya berfokus pada transfer pengetahuan kepada peserta didiknya saja, tapi untuk membekali peserta didik berupa kompetensi sikap, keterampilan hidup dan cara berpikir serta bersikap dalam menyikapi berbagai perubahan lingkungan. Termasuk mengembangkan kemampuan unik, mengeksplorasi minat dan bakat peserta didik terutama untuk mendorong perubahan ke arah yang lebih baik. Maka internalisasi kurikulum merdeka, sudah harus dimulai pada konteks pelaksanaan pembelajaran Program PPG dan perlu dipola dan diadaptasikan secara komprehensif melalui penyiapan kurikulum merdeka belajar.Dimana kunci penting pelaksanaan kurikulum ini terletak pada kesiapan para pendidik untuk mencetak peserta didik yang mengedepankan nilai-nilai religiusitas sebagai ruh yang mewarnai cara berpikir, bersikap dan bertindak. Karena itu, setiap pendidik diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi kreativitas untuk mengakomodir berbagai perspektif tersebut. Agar orientasi pembelajaran dalam Program PPG tidak hanya yang berkaitan dengan membekali peserta didik berupa kompetensi, sikap dan keterampilan hidup, melainkan juga mewariskan karakter dan nilai-nilai luhur kepada peserta didik.

    Acara Refrehment berjalan dengan baik dan lancar. Kemudian ditutup dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh Ust. Firmansyah, M.Pd.

    Penulis: Abd. Hamid
    Editor: Septian Utut Sugiatno, M.Pd

  • Ketua LPTK Apresiasi Kinerja Pengelola PPG IAIN Kota Pontianak

    Ketua LPTK Apresiasi Kinerja Pengelola PPG IAIN Kota Pontianak

    KALBAR SATU ID, NEWS – Sebagai salah satu LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG), IAIN Kota Pontianak melaksanakan pengukuhan Guru Profesional yang merupakan lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Tahap 1 dan 2 pada hari Sabtu, 24 Desember 2022 di Hotel Orchadz Gajah Mada Pontianak.

    Dekan FTIK IAIN Pontianak Dr. H. Hermansayah, M.Ag selaku ketua LPTK, mengapresiasi kinerja pengelola PPG dalam jabatan di IAIN Pontianak.

    “Ucapan terima kasih saya sampaikan atas kerja keras pengelola; kaprodi, sekprodi, para admin dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan PPG Tahun 2022 ini mulai dari tahap 1 sampai tahap 2, hal ini tak lepas dari komitmen para pihak sehingga dapat terlaksana dengan baik,” katanya dalam acara pengukuhan 342 PPG di Hotel Orchadz Kota Pontianak, Sabtu (24/12/2022).

    Selanjutnya, Hermansyah menceritakan proses awal terbentuknya PPG di LPTK IAIN Pontianak, PPG di LPTK IAIN Pontianak telah melalui proses panjang, bahwa dimulai 3 periode kepemimpinan FTIK sebelumnya, ia menyebut pengajuan prodi PPG dimulai sejak kepemimpinan (Almh) Dr. Hj. Lailial Muhtifah, M. Pd sebagai langkah awal, dan kemudian upaya tersebut dilanjutkan oleh Dr. Ali Hasmy, M.Si dan Dr. H. Dwi Surya Atmaja, MA pada periode kepemimpinan mereka sebagai Dekan.

    “Kemudian izin penyelenggaraan Prodi PPG dikeluarkan oleh Kementerian Agama RI. Pendidikan Profesi Guru IAIN Pontianak menjadi LPTK yang secara resmi mendapat izin pada tahun 2021. Perjuangan berat tersebut merupakan usaha bersama sehingga prodi dapat terbentuk dan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mencetak guru-guru profesional,” lanjut Hermansyah.

    Dalam laporannnya, Ana Rosilawati, M. Ag selaku ketua program studi PPG menyampaikan secara rinci jumlah peserta PPG yang mengikuti pengukuhan.

    “Sebagai salah satu LPTK penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG), IAIN Pontianak melaksanakan pengukuhan Guru Profesional yang merupakan lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada tahap 1 sebanyak 151 orang (berasal Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Utara, Aceh, Riau, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, Gorontalo, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara)”.

    “Dan tahap 2 sebanyak 191 orang (berasal Mempawah, Jakarta, Jawa Tengah, Aceh, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, dan Riau). Berarti dari jumlah tersebut, keseluruhan jumlah mahasiswa yang dikukuhkan sebanyak 342 orang yang mana 199 mengikuti secara luring/langsung dan 143 orang hadir melalui aplikasi Zoom Meeting. Alhamdulillah, di tahun 2022 ini LPTK IAIN Pontianak masuk rangking 9 terbaik (89% kelulusan) dari 28 LPTK yang ditunjuk oleh Kementerian Agama Republik Indonesia,” papar Hermansyah.

    Selain itu, Hermansyah ucapkan terima kasih kepada Rektor IAIN Pontianak Dr. Syarif yang selalu mengarahkan dan memberikan masukan terkait pengelolaan PPG IAIN Pontianak, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan yang selalu berkoordinasi dan memberikan semangat, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat yang selalu memberikan pelayanan informasi yang baik, serta Lembaga/Kementerian di tingkat Kabupaten/Kota yang berkolaborasi dalam memberikan beasiswa APBD kepada mahasiswa PPG di LPTK IAIN Pontianak.

    “Semoga kerjasama ini tetap terjaga sebagai upaya dalam membentuk Guru Profesional di masing-masing Daerah khususnya, dan untuk Indonesia pada umumnya,” imbuhnya.

    Ditemui setelah acara, salah seorang guru bernama Fuad Ma’ruf Nur asal Jakarta mengungkapkan terima kasih dan apresiasi kepada LPTK IAIN Pontianak, para dosen dan pengelola PPG atas kesempatan yang diberikan untuk menimba ilmu kependidikan melalui program Pendidikan Profesi Guru dalam jabatan

    “Hari ini, semua lelah yang kami rasakan dalam beberapa bulan yang lalu, sirna bernti kebahagiaan da haru setelah menerima Sertifikat dan Transkip Nilai,” ujarnya.

    Acara Pnegukuhan dan Sumpah Profesi ditutup dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh KH. Dulhadi, M.Pd sebagai salah seorang dosen IAIN Pontianak diikuti oleh semua peserta pengukuhan dengan penuh khidmat.

    Sumber: https://kalbarsatu.id/news/ketua-lptk-apresiasi-kinerja-pengelola-ppg-iain-kota-pontianak/

  • Pengukuhan 342 PPG, Rektor IAIN Pontianak Syarif: Jadilah Guru Profesional

    Pengukuhan 342 PPG, Rektor IAIN Pontianak Syarif: Jadilah Guru Profesional

    KALBAR SATU ID, NEWS – Sebagai salah satu LPTK penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG), IAIN Kota Pontianak melaksanakan pengukuhan Guru Profesional yang merupakan lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Tahap 1 dan 2 pada hari Sabtu, 24 Desember 2022 di Hotel Orchadz Gajah Mada Pontianak.

    Rektor IAIN Pontianak Dr. H. Syarif, MA dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada semua guru yang telah dinyataan lulus Uji Kompetensi Mahasiswa PPG dan mengingatkan akan tugas seseungguhnya menjadi guru profesional.

    “Selamat dan sukses kepada semua guru-guru yang telah dinyatakan lulus dan berhak menadi guru profesional. Jangan lupa bahwa guru profesional tidak hanya berhenti sampai telah dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat, yang terpenting adalah harus mampu memberikan pelayanan pendidikan terbaik dan memastikan para peserta didik mendapat layanan pendidikan yang baik serta memiliki Akhlakul Karimah,” katanya dalam sambutan acara pengukuhan 342 PPG di Hotel Orchadz Kota Pontianak, Sabtu (24/12/2022).

    Link dan Login Pendaftaran PPG Slot Thailand Dalam Jabatan Tahun 2022 Tahap 2 Lengkap Jadwal dan Syarat
    (Buka di tab peramban baru)

    Selain itu, Ketua Terpilih PWNU Kalbar juga berpesan agar para guru senantiasa mengajarkan nilai-nilai moderasi beragam kepada siswa sejak dini.

    “Kompetensi yang baik secara intelektual merupakan harapan bersama, tetapi memastikan bahwa anak-anak Indonesia dapat hidup berdampingan dengan orang lain yang berbeda dengannya adalah sebuah keharusan dengan tetap mempedomani nilai-nilai agama Islam,” ungkap Syarif dengan penuh semangat.

    Diakhir sambutannya, Dr. H. Syarif, MA selaku Rektor IAIN Kota Pontianak mengapresiasi kinerja pengelola karena telah bekerja secara maksimal.

    “Terima kasih saya ucapkan kepada semua pengelola yang telah bekerja dengan sangat baik tanpa mengenal lelah sehingga secara keseluruhan pelaksanaan PPG ini dapat berjalan dengan baik bahkan mampu berkompetisi dengan LPTK lainnya sehingga masuk 10 besar yaitu peringkat 9, ini adalah prestasi luar biasa yang harus tetap dijaga bahkan harus ditingkatkan kembali sehingga di tahap-tahp berikutnya bisa masuk 3 besar,” pungkasnya.

    Hadir dalam acara Pengukuhan 342 PPG itu diantaranya; Rektor IAIN Kota Pontianak Dr. Syarif, para pejabat di lingkungan FTIK IAIN Pontianak, dosen dan guru pamong serta perwakilan dari Kantor Kementerian Agama dari beberapa wilayah di Indonesia.

    Sumber: https://kalbarsatu.id/terkini/pengukuhan-342-ppg-rektor-iain-pontianak-syarif-jadilah-guru-profesional/

  • Refreshment dan Koordinasi Dosen Pembimbing dan Guru Pamong, Rektor Sampaikan Pentingnya Moderasi Beragama

    Refreshment dan Koordinasi Dosen Pembimbing dan Guru Pamong, Rektor Sampaikan Pentingnya Moderasi Beragama

    Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Dr. H. Syarif, MA menyampaikan materi tentang Moderasi Beragama di hadapan Mahasiswa PPG dalam acara Refreshment dan Koordinasi Dosen Pembimbing dan Guru Pamong, Sabtu (03/12) di Hotel Orchardz A.Yani Pontianak.

    Dr. H. Syarif, MA mengungkapkan bahwa moderasi beragama merupakan salah satu dari tujuh program utama atau priority program yang dicanangkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Rektor berharap semua dosen dan guru pamong memberikan pemahaman mengenai moderasi beragama kepada guru-guru yang saat ini menjadi Mahasiswa PPG Daljab 3.

    “Kita menyadari moderasi beragama itu satu dari tujuh priority program Kementerian Agama yang mana di Kementerian Agama sudah ada satgasnya. IAIN Pontianak hari ini sudah membentuk rumah moderasi beragama. Regulasi terbaru yang ada di KMA memungkinkan kita menambahkan Pusat Rumah Moderasi Beragama dan juga Pusat Rumah Jurnal dan lain- lainnya. Khusus Rumah Moderasi Beragama, IAIN Pontianak sudah kita lakukan sejak lama. Yang jelas adalah kegiatan-kegiatan yang berbasis moderasi beragama ini di IAIN Pontianak ini kita sangat serius. Ending yang kita inginkan ialah supaya terbentuk wawasan berpikir,” katanya.

    “Kita tahu bahwa moderasi beragama sudah ada dalam setiap modul di LMS. Namun, itu tidak menajamin. Jika mereka membuka dan membacanya, mereka akan mendapatkan pengetahuan itu. Jika tidak? Maka, ini tugas kita bersama untuk mendidik para guru dalam bidang pemahaman keagamaan yang moderat. Sehingga ketika mereka lulus dan menjadi pemimpin punya sifat, cara pandang, sikap perilaku agama yang moderat, tidak ekstrim, tidak radikal, apalagi sampai untuk menjadi seorang teroris. Dia menjadi aktor atau duta moderasi beragama di tengah-tengah masyarakat dan di tempat dimana mereka akan bekerja,” pungkasnya.

    Sementara itu Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama FTIK, Dr. Sahrani, S.E.I., M.Pd, dalam sambutannya juga mengingatkan agar dosen dan guru pamong terus bersinergi.

    Ia berharap agar para dosen dan guru pamong untuk bersinergi membawa Mahasiswa PPG menjadi guru profesional. Sahrani juga menyampaikan bahwa saat ini masih banyak guru yang belum bersertifikasi, dan ini menjadi tanggung jawab IAIN Pontianak juga sebagai penyelenggara. Lebih lanjut ia berharap semoga IAIN Pontianak senantiasa dipercaya sebagai salah satu penyelenggara PPG. Khusus kepada dosen, ia berharap agar dapat mengatur waktu mengajar, baik mengajar Mahasiswa PPG secara daring ataupun mahasiswa reguler.

    Sementara itu, Ketua Prodi PPG, Ana Rosilawati, M.Ag dalam laporannya mengucapkan terima kasih kepada semua dosen pembimbing, guru pamong, dan juga pengelola. “Kami atas nama pengelola mengucapkan terima kasih atas kehadiran bapak/ibu dosen pembimbing dan guru pamong pada acara ini. Kegiatan PPL ini diikuti 39 dosen pembimbing dan guru pamong yang terdiri 26 dosen perangkat dan pembimbing PPL, dan 3 guru pamong. Kegiatan ini juga dilaksanakan kurang lebih selama satu bulan dimulai dari tanggal 04 sampai 31 Desember 2022. Kami mengingatkan para dosen pembimbing dan guru pamong PPG untuk senantiasa menjalin kolaborasi dan komitmen dalam mendampingi para mahasiswa PPG belajar hingga mereka lulus nanti. kami juga berharap semoga tidak ada lagi gap dalam hal penilaian antara dosen dan guru pamong,” sambutnya.

    “Kami juga berharap di tahap 3 ini  kelulusan mahasiswa melebihi tahap 2 yang masuk 10 LPTK se-Indonesia yaitu di peringkat 9 dengan 89.33%  atau 134 dari 150 mahasiswa PPG Daljab tahap 2 tahun 2022 ,dan Ini merupakan prestasi bagi kita secara khusus dan IAIN Pontianak secara umum. Kita patut berbangga, bersyukur kepada Allah, menjaga bahkan berupaya semaksimal mungkin agar tingkat kelulusan di setiap tahap terus mengalami peningkatan. kami sangat yakin, dengan kualitas dan pengalaman Bapak/Ibu semua semua bisa kita proleh,” sambungnya.

    Penulis: Abd Hamid dan Septian Utut Sugiatno

  • Tingkatkan Kualitas Mutu, Prodi PPG Sukseskan AMI

    Tingkatkan Kualitas Mutu, Prodi PPG Sukseskan AMI

    Dalam upaya penjaminan dan pemeliharaan mutu, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Pontianak menyelenggarakan AMI (Audit Mutu Internal) yang berlangsung pada Selasa (08/11) terhadap seluruh unit di lingkungan IAIN Pontianak, termasuk Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pelaksanaan AMI dilakukan oleh Tim Auditor, Verdianti, SE., M.Sc.Ak didampingi oleh Ketua Prodi PPG, Ana Rosilawati, M.Ag dan Plt. Sekretaris Prodi PPG, Syamhadi, M.Pd. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00. Dalam kesempatan ini hadir pula Admin dan Pengelola LPTK IAIN Pontianak. Kurang lebih tiga jam berlangsung tanya jawab dan expose data terkait item-item yang ada pada instrumen AMI.

    Verdianti, SE., M.Sc.Ak selaku auditor menyampaikan tujuan pelaksanaan AMI di prodi PPG tersebut. “AMI ini dilakukan sebagai langkah pengendalian mutu serta adanya peningkatan mutu setelah adanya tindak lanjut dari pimpinan. Tindak lanjut dari AMI merupakan bentuk nyata komitmen para pimpinan untuk peningkatan mutu di perguruan tinggi,” ucapnya

    Verdianti juga menyampaikan harapannya untuk tindak lanjut hasil AMI dan juga membangun sinergi antara unit dengan unit lainnya serta melakukan perbaikan kekurangannya.

    “Dengan terlaksananya AMI pada prodi PPG ini, kami berharap ada tindak lanjut dari atas terkait hasil dan juga saran sebagai upaya penjaminan mutu yang baik dari lembaga. Tentunya, sinergi antara prodi sebagai unit terkecil dan unit-unit lainnya serta fakultas dan institut sebagai payung besar sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan IAIN Pontianak yang lebih baik,” imbuhnya.

    Sementara itu, Kaprodi PPG, Ana Rosilawati, M.Ag mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada auditor yang telah meksanakan AMI di Prodi PPG.

    “Terima kasih kami ucapkan atas pelaksanaan AMI hari ini terkhusus kepada Ibu Auditor, dan mohon maaf jika ada dokumen yang belum terpenuhi dan memang bukan saja dari ranah prodi, tapi juga sinergi dari tim terkait. semoga kekurangan pada siklus ini dapat terpenuhi pada siklus berikutnya. Prodi PPG paham bahwa dibutuhkan usaha untuk menyelesaikan kebutuhan tersebut. Banyak kekurangan dan ketidaksesuaian dengan instrumen AMI yang harus dipahami dan kami penuhi mulai dari standar-tandar proses pembelajaran, standar kompetensi lulusan, standar isi pembelajaran, standar penilaian pembelajaran, standar dosen dan tendik, standar sarpras pembelajaran, standar pengelolaan pembelajaran, standar pembiayaan pembelajaran.”

    Plt. Sekretaris Prodi Pendidikan Profesi Guru, Syamhadi, M.Pd mengucapkan terima kasih kepada auditor. “Kami sangat berterima kasih atas masukkan dan saran dari auditor karena dengan adanya kegiatan audit ini, kami selaku pengelola prodi akan mampu menjamin dan meningkatan kualitas prodi kami,” ujarnya.

    “Jika prodi telah mencapai atau bahkan melebihi standar yang telah ditetapkan, nanti saat akan mengajukan akreditasi prodi Insya Allah akan mendapat hasil maksimal,” pungkasnya.

    Penulis: Abd Hamid
    Editor: Septian Utut Sugiatno, M.Pd

  • Refreshment Pengembangan Perangkat Pembelajaran Ppg, Warek I Himbau Dosen Dan Guru Pamong Saling Bersinergi Cetak Guru Profesional

    Refreshment Pengembangan Perangkat Pembelajaran Ppg, Warek I Himbau Dosen Dan Guru Pamong Saling Bersinergi Cetak Guru Profesional

    Menginjak fase kedua dari rangkaian kegiatan Pendidikan Profesi Guru (PPG), LPTK IAIN Pontianak menyelenggarakan Refreshment Dosen Pengampu dan Guru Pamong Pengembangan Perangkat Pembelajaran PPG dalam Jabatan Tahap 3 Tahun 2022, Jumat (04/11) di Hotel Orchadz Pontianak. Acara tersebut dihadiri oleh dosen, guru pamong, dan pengelola.

    Wakil Rektor I Bidang APL, Dr. Ali Hasmy, M.Si berharap dosen dan pamong bersinergi untuk mencetak guru yang profesional. “Saya berharap agar para dosen dan guru pamong bisa terus bersinergi membawa Mahasiswa PPG ini menjadi guru profesional. Mengingat saat ini masih banyak guru yang belum bersertifikasi, dan ini menjadi tanggung jawab IAIN Pontianak juga sebagai penyelenggara, dan saya juga berharap semoga IAIN Pontianak senantiasa dipercayai sebagai salah satu penyelenggara PPG. Dan secara khusus kepada dosen, saya berharap agar mereka dapat mengatur waktu mengajar, baik mengajar mahasiswa PPG secara daring ataupun mahasiswa reguler,” jelasnya.

    Sementara itu Wakil Dekan I FTIK IAIN Pontianak, Eka Hendry, M.Si., M.Pd, mengatakan, “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan memenuhi tugas saja dan nantinya mendapatkan sertifikasi guru tapi juga pengetahuan. Oleh sebab itu, optimalisasi dari guru dan dosen sangat kami harapkan agar bisa memberikan hasil yang maksimal,” terangnya.

    Ketua Prodi PPG, Ana Rosilawati, M.Ag dalam laporannya mengatakan, “Kegiatan yang dihadiri 46 orang yang terdiri dari 13 dosen, 13 guru pamong baik dari PAI dan madrasah ( al-Quran al-Hadis, Fikih, Aqidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)), dan 18 orang pengelola LPTK IAIN Pontianak. Kegiatan yang akan berlangsung kurang lebih 20 hari ini bertujuan mengingatkan dan menyegarkan kembali para dosen dan guru pamong akan aplikasi LMS,” ujarnya.

    “Dan tidak lupa, kami ucapkan terima kasih atas kehadiran bapak/ibu dalam rangka persiapan memasuki fase kedua dari beberapa rangkaian peleksanaan PPG Tahap 2 ini yaitu perangkat pembelajaran yang diselenggarakan oleh LPTK IAIN ini yang tujuan utamanya ialah memberikan penyegaran bagi bapak/ibu semua. Oleh sebab itu saya berharap agar bapak ibu bisa lebih fokus dan rileks dengan kegiatan ini sehingga nantinya ketika proses berlangsung dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar,” tambahnya.

    Penulis: Abd. Hamid
    Editor: Septian Utut Sugiatno, M.Pd