Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the image-optimization domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /www/wwwroot/ppg.iainptk.ac.id/wp-includes/functions.php on line 6121 PPG - Page 3 of 6 -
For as long as I can remember,
The windows always glowed for me,
In the room filled with quiet spring,
And embroidered towels on the wall.
In that sacred, peaceful chamber,
A child’s heart would read and know
Shevchenko’s kind and watchful eyes,
And golden patterns in a row.
Chorus
Mother, your children are like birds, Spreading wings into the sky. Mother, to your tender room, We’ll return again by and by.
Verse 2
That endless childhood temptation –
Open the door and you will see,
A table dressed in Sunday white
And mother waiting patiently.
Verse 3
For as long as I can remember,
That white cloth always shone so bright.
In your room, dear mother, I know,
Every day felt like Sunday light.
Chorus
Mother, your children are like birds, Spreading wings into the sky. Mother, to your tender room, We’ll return again by and by.
Verse 4
Maybe far from home and shelter,
My wings will falter in the air.
The star will fade, and after that –
No more nightingales anywhere.
Verse 5
Son, remember this, my son –
No matter where life takes your flight,
All may leave their mother’s home,
But none forget its gentle light.
Chorus (x2)
Mother, your children are like birds, Spreading wings into the sky. Mother, to your tender room, We’ll return again by and by.
Pontianak (ppg.iainptk.co.id) 16 Oktober 2025 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan Uji Kinerja (UKin) Pendidikan Profesi Guru (PPG), Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) IAIN Pontianak menyelenggarakan kegiatan Refreshment Penguji UKin PPG Batch 2 Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 16 Oktober 2025, bertempat di Hotel Orchardz Perdana Ayani, Pontianak.
Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Ibu Ana Rosilawati, M.Ag, menekankan pentingnya penyamaan persepsi antar penguji untuk menjaga objektivitas dan integritas dalam pelaksanaan uji kinerja. Dalam laporannya, beliau juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan PPG, baik dosen, guru pamong, maupun admin.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Hermansyah, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa penguji memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas lulusan PPG, sehingga kegiatan refreshment seperti ini menjadi sangat krusial. Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara LPTK dan sekolah mitra dalam membina calon guru profesional yang berkarakter dan kompeten.
Kegiatan ini dihadiri oleh 66 peserta, yang terdiri dari dosen, guru pamong penguji UKin, dan tenaga admin, yang semuanya memiliki peran penting dalam pelaksanaan program PPG di lingkungan IAIN Pontianak.
Melalui kegiatan refreshment ini, diharapkan seluruh penguji UKin memiliki pemahaman yang seragam mengenai instrumen penilaian, standar kinerja, serta mampu melaksanakan penilaian secara profesional, adil, dan transparan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang koordinasi dan evaluasi bersama demi perbaikan dan peningkatan kualitas program PPG di masa yang akan datang.
Pontianak (ppg.iainptk.co.id) _ 2 September 2025 — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak menggelar kegiatan Refreshment Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahap 3 pada Selasa, 2 September 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting dan diikuti oleh 851 mahasiswa PPG Tahap 2, serta dihadiri langsung oleh pimpinan dan pengelola program.
Acara dibuka dengan laporan oleh Sekretaris Prodi PPG IAIN Pontianak, Bapak Syamhadi, M.Pd., yang menyampaikan perkembangan pelaksanaan program serta kesiapan mahasiswa dalam mengikuti rangkaian kegiatan akademik PPG.
Dalam laporannya, Syamhadi menekankan pentingnya kegiatan refreshment sebagai bagian dari penguatan pemahaman mahasiswa terhadap mekanisme pelaksanaan PPG, baik dari aspek administrasi, teknis perkuliahan, hingga evaluasi akhir. “Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menyamakan persepsi antara mahasiswa dan pengelola, agar pelaksanaan PPG Tahap 3 dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus arahan dari Dekan FTIK IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Hermansyah, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas antusiasme para mahasiswa dan kerja keras tim pengelola PPG. Beliau juga menekankan bahwa PPG merupakan bagian strategis dalam mencetak guru profesional yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan nilai-nilai keislaman.
“Sebagai calon guru profesional, para peserta PPG diharapkan mampu mengikuti proses ini dengan sungguh-sungguh. Tidak hanya untuk memenuhi syarat administratif, tapi juga untuk membentuk karakter pendidik yang mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” tegas Prof. Hermansyah.
Lilhawaditsi, M.Pd mahaiswa PPG tahap 3 mengungkapkan kebahagian dan harapannya atas terpangilnya sebagai salah satu PPG di tahap 3 ini. “alhamdulillah, saya sangat bahagia, setelah beberapa lama akhirnya terpanggil juga untuk mengikuti PPg ini. Saya dan juga teman-teman guru yang lain berharap bimbingan serta arahan dari para pengelola sehingga kami bisa lulus dan betul-betul menjadi guru yang professional nantinya.” Harap Hawadis memlaui zoom
Turut hadir dalam kegiatan ini para pengelola PPG, sekretaris program studi, dan jajaran dosen yang akan terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Kegiatan refreshment berlangsung lancar, interaktif, dan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menjalani proses PPG Tahap 3 dengan lebih siap dan optimal.
Singkawang (ppg.iainptk.ac.id) – Sebanyak 151 mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) dari IAIN Pontianak resmi dikukuhkan sebagai Guru Profesional dalam sebuah prosesi khidmat yang digelar di Gedung Serumpun Dayang Resort, Kota Singkawang, pada Selasa, 13 Agustus 2024. Kegiatan ini selain dihadiri secara offline juga diikuti secara online oleh beberapa mahasiswa yang berhalangan hadir. Pengukuhan ini menandai pencapaian penting dalam mencetak tenaga pendidik yang berkualitas, adaptif, dan berkarakter islami.
Ketua program studi PPG IAIN Pontianak, Ibu Ana Rosilawati, M.Ag dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa pengukuhan PPG Daljab diikuti oleh 151. 146 secara offline dan 5 orang secara online. Secara rinci beliau juga menjelasakan pembeiayaan mahasiswa PPG tahap 2 tahun 2024 yang terdiri 150. Sebanyak 121 orang APBD Sambas, Basnaz Bengkayang sebanyak 23 Orang dan APBD Provinsi Kalbar orang 6 Orang.
Beua juga menyampaikan bahwa apa yang telah dicapai oleh para guru professional ini merupakan bagian dari hasil proses panjnag dan berliku yang telah mereka upayakan
“selamat kepada para mahasiswa yang akan dikukuhkan. Proses panjang yang telah dilalui, mulai dari perkuliahan, praktik lapangan, hingga ujian kompetensi yang ketat, hingga akhirnya Ibu/Bapak mendapatkan gelar Guru Profesional (Gr). Ucap Ana sapaan akrab Kaprodi.
Selanjutnya, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Hermansyah, M.Ag. Beliau menyampaikan, ucapan selamat kepada 151 orang guru profesional yang dikukuhkan, perjuangan selama ini bagi guru yang mengikuti PPG sampai pada pengukuhan bukanlah sebatas mendapatakan gelar Guru Profesional (Gr) saja, tetapi merupakan pemegang kunci untuk membentuk karakter peserta didik yang akan menjadi pemimpin di masa yang akan datang.
“Guru sejati adalah guru yang terus belajar sepanjang hayat. Guru menjadi pelita dan penyuluh bagi peserta didik, terutama dalam menghadapi tantangan zaman. Guru berperan sebagai orang tua di sekolah bagi anak dan menjadi teladan bagi perkembangan anak-anak,” tutur Hermansyah.
Kakanwil Kemenag Kalbar, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I melalui Kepaĺa Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKIS) H. Nahruji, M.Si berharap Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) makin profesional. Kabid Nahruji menyampaikan ucapan selamat kepada Peserta PPG yang dikukuhkan, dan menyampaikan ungkapan terimakasih kepada pemerintah kabupaten Kabupaten/kota yang peduli terhadap para guru dan menyiapkan anggaran peserta PPG Kalimantan Barat, dan telah mempersiapkan calon PPG untuk gelombang berikutnya.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada bupati/walikota se-Kalbar yang memiliki kepedulian terhadap para guru PAI. Mudah-mudahan semua guru PAI dapat terakomodir mengikuti PPG khususnya di Kalbar. Kami harap semoga Guru PPG yang dikukuhkan hari ini dapat melaksanakan tugas secara profesional,” ungkap Nahruji.
Rektor IAIN Pontianak Prof.H.Syarif, MA, menyampaikan bahwa “predikat profesional yang didapat hendaknya sampai pada perubahan identitas bagi guru, baik dari keprofesionalan mengajar, maupun hak yang didapat maupun tanggung jawab bagi guru. Oleh karena itu, guru hendaknya menjadi barometer teladan bagi siswa. Guru profesional tidak ada kata berhenti dalam belajar,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur PAI Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. H. Munir hadir melalui aplikasi zoom cloud meeting menyampaikan dan memberikan arahan terkait pengukuhan Guru Professional. Selain mengucapkan selamat juga hendaknya guru mensyukuri nikmat yang luar biasa, karena masih 110.000 guru yang menunggu antrian mengikuti PPG.
Biau juga berharap perhatian pemerintah daerah untuk turut serta menuntaskan guru PAI mengikuti PPG, mengingat jumlah guru PAI sebagian besar diangkat oleh pemerintah daerah. Syukur berikutnya hendaknya kepada LPTK IAIN, yang memudahkan bagi guru PAI tempatan untuk memilih LPTK yang dekat dengan domisi bagi guru PAI.
“Guru PAI harus mengamalkan ajaran dan pengajaran agama yang Rahmatan li’alamin. Menghindari pengajaran yang intoleran, radikal dan lain-lain yang berpotensi menimbulkan keresahan dan perpecahan,” pesan pak Munir denga serisus
Acara ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia, khususnya Kalimantan Barat, sebagai wujud nyata dari komitmen negara dalam mencetak guru-guru profesional yang mampu membawa perubahan positif bagi generasi masa depan.
Pontianak (ppg.iainptk.co.id)_Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak melalui Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) menggelar kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Program PPG Tahun 2024. Acara berlangsung pada 13 Agustus 2025 di Gedung Serumpun Dayang Resort, Kota Singkawang, dan dihadiri oleh para dosen, pengelola, serta mitra strategis dalam penyelenggaraan PPG.
Kegiatan dimulai dengan laporan dari Ketua Program Studi PPG IAIN Pontianak, Ibu Ana Rosilawati, M.Ag. Dalam laporannya, beliau menyampaikan rangkuman pelaksanaan PPG selama tahun 2024, meliputi capaian, tantangan, serta rencana strategis untuk peningkatan mutu program. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara dosen, pengelola, dan mitra lapangan dalam mencetak guru profesional yang berkompeten dan berkarakter.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan FTIK IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Hermansyah, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan pelaksanaan PPG tahun 2024. Menurutnya, evaluasi seperti ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa PPG tidak hanya menjadi program formalitas, tetapi juga benar-benar menghasilkan tenaga pendidik yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Syarif, MA, menekankan bahwa guru profesional adalah kunci kemajuan pendidikan bangsa. Oleh karena itu, IAIN Pontianak berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan PPG melalui inovasi kurikulum, penguatan sistem evaluasi, serta perluasan kerja sama dengan lembaga terkait.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kabag TU FTIK IAIN Pontianak, para dosen dan pengelola PPG, Kepala Baznas Kabupaten Bengkayang, serta Kasi PAI Kabupaten Sambas. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan dukungan dan kolaborasi lintas instansi dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik.
Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang dipandu oleh Sekretaris Prodi PPG, Syamhadi Sy, M.Pd. Dalam sesi ini, peserta bersama-sama membahas berbagai aspek pelaksanaan PPG 2024, mulai dari perencanaan, pelaksanaan praktik pengalaman lapangan, hingga evaluasi hasil belajar peserta. FGD berlangsung dinamis dan menghasilkan berbagai rekomendasi strategis untuk peningkatan mutu program pada tahun-tahun berikutnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan PPG IAIN Pontianak semakin mantap dalam menjalankan perannya sebagai lembaga pencetak guru profesional yang berintegritas, berilmu, dan berakhlak mulia demi kemajuan pendidikan Indonesia.
Pontaiank (ppg.iainptk.ac.id)— Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) menggelar kegiatan Simulasi Akreditasi selama dua hari, 26–27 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Senat IAIN Pontianak dan menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan proses akreditasi yang lebih matang dan komprehensif.
Ana Rosilawati, M.Ag, selaku Kepala Program Studi PPG IAIN Pontianak dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya simulasi ini sebagai bagian dari upaya reflektif dan evaluatif untuk memastikan seluruh perangkat akreditasi telah memenuhi standar Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).
“Simulasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi bagian dari budaya mutu yang terus kami bangun. Kami ingin memastikan bahwa seluruh dokumen, proses, hingga luaran PPG benar-benar mencerminkan kualitas dan kinerja yang maksimal,” ujar Ana
Sementara itu, Prof. Dr. H. Hermansyah, M.Ag dekan FTIK IAIN Pontianak memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan simulasi ini. Ia menegaskan bahwa akreditasi bukan hanya menjadi target administratif, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban institusi kepada publik.
“PPG adalah wajah profesionalisme LPTK. Akreditasi yang baik akan mencerminkan kualitas lulusan guru-guru kita di lapangan. Maka kegiatan ini sangat penting,” tegas Prof. Hermansyah.
Menambah semangat acara, Prof. Dr. M. Edi Kurnanto, M.Pd selaku Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Pontianak memberikan arahan sekaligus penguatan sistemik terhadap standar mutu yang harus dijaga dan ditingkatkan. Ia menekankan pentingnya integrasi antara sistem penjaminan mutu internal dengan seluruh proses dalam instrumen akreditasi.
“LPM akan terus mengawal dan memastikan bahwa seluruh proses akreditasi ini berjalan dengan prinsip objektivitas, keterbukaan, dan berorientasi pada mutu. Ini bukan hanya kerja PPG, tapi kerja bersama seluruh sivitas akademika,” jelas Prof. Edi Kurnanto.
Sebagai narasumber, kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Hairida, M.Pd, seorang pakar di bidang akreditasi dan mutu pendidikan. Dalam pemaparannya, Prof. Hairida memberikan telaah mendalam terhadap butir-butir dalam instrumen akreditasi serta simulasi asesmen lapangan berdasarkan standar terbaru dari LAMDIK.
Simulasi ini menjadi kesempatan besar bagi tim PPG untuk melakukan pengecekan akhir terhadap dokumen, sistem pendukung, serta praktik pembelajaran di lapangan. Kegiatan berlangsung dalam suasana antusias, diikuti oleh dosen, guru pamong, tenaga kependidikan, serta tim LPM dan GPM secara aktif.
Dengan diselenggarakannya simulasi ini, IAIN Pontianak menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, khususnya dalam penyelenggaraan PPG, demi mencetak guru profesional yang unggul dan berdaya saing tinggi di era pendidikan abad ke-21.
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak kembali mencetak sejarah dalam dunia pendidikan dengan mengukuhkan 126 guru profesional melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan tahun 2024. Acara pengukuhan berlangsung khidmat di Hotel Al-Madera, Jl. Somba Opu, Makassar, pada Kamis (08/05).
Ibu Ana Rosilawati, M.Ag, dalam laporannya juga menekankan pentingnya integritas, tanggung jawab moral, dan kompetensi pedagogis bagi para guru profesional. Ia menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras peserta dan dedikasi seluruh sivitas akademika.
“Pengukuhan ini bukan hanya seremoni, tetapi tonggak awal bagi para guru untuk mengimplementasikan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kebangsaan di ruang-ruang kelas mereka,” ungkap Ana
Prof. Dr. H. Hermansyah, M.Ag, dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak, turut memberikan sambutan inspiratif. Ia menegaskan bahwa tantangan dunia pendidikan ke depan semakin kompleks, dan peran guru profesional menjadi semakin vital dalam membentuk generasi unggul yang moderat dan berakhlak.
“PPG bukanlah akhir, melainkan awal dari pengabdian panjang dalam dunia pendidikan. Jadilah agen perubahan yang mampu menjawab kebutuhan zaman dan tantangan global,” ujar Prof. Hermansyah.
Sementara itu, Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Syarif, MA., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian para peserta dan kerja keras tim PPG. Ia menekankan bahwa guru bukan sekadar pengajar, tetapi pendidik yang membentuk karakter dan masa depan bangsa.
“IAIN Pontianak berkomitmen untuk terus mencetak guru profesional yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga tangguh secara spiritual dan sosial,” tuturnya.
Beliau juga berpesan bahwa guru profesional adalah pengakuan negara sekaligus bukti bahwa kita mempunyai keahlian di bidangnya, mampu berinovasi dan beradaptasi dengan pekembangan.
“Sertifikat yang akan Bapak dan Ibu terima ini adalah legitimasi atas pengakuan negara bahwa bapak ibu telah menjadi guru profesional. Jangan berpuas diri atas apa yang sudah didapat, terus tingkatkan kualitas diri bapak dan ibu, maka kualitas kesejahteraan pun akan meningkat pula. Ingat! Guru profesional adalah guru yang memiliki keahlian di bidangnya, guru yang mampu berkreasi dan berinovasi atas pembelajaran serta mampu beradaptasi pada tiap perubahan dan perkembangan zaman.” Tutup Prof Syarif
Melalui Zoom Cloud Meeting, Dr. M. Munir, MA sebagai direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama dalam sambutannya menegaskan komitmennya untuk terus mendorong para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) agar dapat mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
“Kami akan terus berupaya agar guru-guru PAI mendapatkan kesempatan mengikuti PPG. Ini penting agar kompetensi mereka terus meningkat dan relevan dengan tantangan zaman,” ujar D. Munir.
Ia juga menekankan bahwa guru-guru PAI tidak boleh berhenti pada pencapaian saat ini. Mereka didorong untuk terus mengembangkan kemampuan diri, berinovasi dalam pembelajaran, serta memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari transformasi pendidikan Islam.
“Guru PAI harus menjadi agen perubahan. Mereka harus kreatif dan inovatif agar pembelajaran agama bisa lebih menarik dan membumi di tengah generasi muda,” tambahnya.
Upaya ini diharapkan dapat mendorong terciptanya ekosistem pendidikan agama yang unggul, moderat, dan sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.
Acara pengukuhan dilanjutkan dengan pembacaan ikrar guru profesional yang dipimpin oleh salah seorang lulusan bernama Nasrawati, S.Pd.I. Kemudian dilanjutkan penyampaian pesan dan kesan oleh mahasiswa PPG dalam jabatan di LPTK IAIN Pontianak. Pesan dan kesan diwakili oleh Sita, S.P.d.I asal Jeneponto. Acara diakhiri dengan pembacaan doa.
LPTK IAIN Pontianak- kembali melaksanakan orientasi akademik PPG Transformasi+ bagi guru Daljab batch 1 tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 10 Maret 2025 dan diikuti oleh guru-guru yang telah terpilih sebagai peserta PPG Daljab batch 1 tahun 2025 baik guru Pendidikan Agama Islam maupun guru Madrasah.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FTIK Prof. Dr. H. Hermansyah, M.Ag menyampaikan bahwa orientasi akademik ini bertujuan untuk mempersiapkan guru-guru dalam mengikuti program PPG Transformasi+ yang menggunakan pendekatan baru dengan pola PPG Daljab Transformasi+, yaitu PPG yang menekankan pembelajaran mandiri melalui Learning Management System (LMS) plus pendampingan.
“Kami berharap bahwa melalui program PPG Transformasi+ ini, para guru dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mereka sebagai guru, sehingga dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” harap Prof. Hermansyah
Sementara itu, Kaprodi PPG Ana Rosilawati, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa orientasi akademik ini merupakan langkah awal yang sangat urgen dalam pelaksanaan program PPG Transformasi+ bagi guru Daljab batch 1 tahun 2025 ini mengingat PPG sekarang jauh berbeda dengan sebelumnya.
“Berbeda dengan program PPG sebelumnya, PPG Transformasi+ akan dilaksanakan dengan durasi yang lebih singkat yakni 49 hari dan menggunakan sistem pembelajaran daring (Learning Management System) untuk memudahkan akses bagi guru di berbagai wilayah.” Tutu Ana
“Kami akan memastikan bahwa para guru mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas dan efektif, sehingga dapat mencapai tujuan program PPG Transformasi+,” tutup Ana
Dalam orientasi akademik tersebut, para guru diberikan penjelasan tentang desain pembelajaran, sistem pendampingan, serta mekanisme penilaian yang akan digunakan dalam program PPG Transformasi+. Selain itu, para guru juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi tentang program PPG Transformasi+. Dengan demikian, diharapkan para guru Daljab batch 1 tahun 2025 dapat mempersiapkan diri dengan baik dalam mengikuti program PPG Transformasi+ dan meningkatkan kompetensi serta profesionalisme mereka sebagai guru.