Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the image-optimization domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /www/wwwroot/ppg.iainptk.ac.id/wp-includes/functions.php on line 6121
Kegiatan Archives - PPG

Category: Kegiatan

  • 126 Mahasiswa IAIN Pontianak dikukuhkan sebagai Guru Profesional

    126 Mahasiswa IAIN Pontianak dikukuhkan sebagai Guru Profesional

    Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak kembali mencetak sejarah dalam dunia pendidikan dengan mengukuhkan 126 guru profesional melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan tahun 2024. Acara pengukuhan berlangsung khidmat di Hotel Al-Madera, Jl. Somba Opu, Makassar, pada Kamis (08/05).

    Ibu Ana Rosilawati, M.Ag, dalam laporannya juga menekankan pentingnya integritas, tanggung jawab moral, dan kompetensi pedagogis bagi para guru profesional. Ia menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras peserta dan dedikasi seluruh sivitas akademika.

    “Pengukuhan ini bukan hanya seremoni, tetapi tonggak awal bagi para guru untuk mengimplementasikan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kebangsaan di ruang-ruang kelas mereka,” ungkap Ana

    Prof. Dr. H. Hermansyah, M.Ag, dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak, turut memberikan sambutan inspiratif. Ia menegaskan bahwa tantangan dunia pendidikan ke depan semakin kompleks, dan peran guru profesional menjadi semakin vital dalam membentuk generasi unggul yang moderat dan berakhlak.

    “PPG bukanlah akhir, melainkan awal dari pengabdian panjang dalam dunia pendidikan. Jadilah agen perubahan yang mampu menjawab kebutuhan zaman dan tantangan global,” ujar Prof. Hermansyah.

    Sementara itu, Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Syarif, MA., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian para peserta dan kerja keras tim PPG. Ia menekankan bahwa guru bukan sekadar pengajar, tetapi pendidik yang membentuk karakter dan masa depan bangsa.

    “IAIN Pontianak berkomitmen untuk terus mencetak guru profesional yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga tangguh secara spiritual dan sosial,” tuturnya.

    Beliau juga berpesan bahwa guru profesional adalah pengakuan negara sekaligus bukti bahwa kita mempunyai keahlian di bidangnya, mampu berinovasi dan beradaptasi dengan pekembangan.

    “Sertifikat yang akan Bapak dan Ibu terima ini adalah legitimasi atas pengakuan negara bahwa bapak ibu telah menjadi guru profesional. Jangan berpuas diri atas apa yang sudah didapat, terus tingkatkan kualitas diri bapak dan ibu, maka kualitas kesejahteraan pun akan meningkat pula. Ingat! Guru profesional adalah guru yang memiliki keahlian di bidangnya, guru yang mampu berkreasi dan berinovasi atas pembelajaran serta mampu beradaptasi pada tiap perubahan dan perkembangan zaman.” Tutup Prof Syarif

    Melalui Zoom Cloud Meeting, Dr. M. Munir, MA sebagai direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama dalam sambutannya menegaskan komitmennya untuk terus mendorong para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) agar dapat mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

    “Kami akan terus berupaya agar guru-guru PAI mendapatkan kesempatan mengikuti PPG. Ini penting agar kompetensi mereka terus meningkat dan relevan dengan tantangan zaman,” ujar D. Munir.

    Ia juga menekankan bahwa guru-guru PAI tidak boleh berhenti pada pencapaian saat ini. Mereka didorong untuk terus mengembangkan kemampuan diri, berinovasi dalam pembelajaran, serta memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari transformasi pendidikan Islam.

    “Guru PAI harus menjadi agen perubahan. Mereka harus kreatif dan inovatif agar pembelajaran agama bisa lebih menarik dan membumi di tengah generasi muda,” tambahnya.

    Upaya ini diharapkan dapat mendorong terciptanya ekosistem pendidikan agama yang unggul, moderat, dan sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.

    Acara pengukuhan dilanjutkan dengan pembacaan ikrar guru profesional yang dipimpin oleh salah seorang lulusan bernama Nasrawati, S.Pd.I. Kemudian dilanjutkan penyampaian pesan dan kesan oleh  mahasiswa PPG dalam jabatan di LPTK IAIN Pontianak. Pesan dan kesan diwakili oleh Sita, S.P.d.I asal Jeneponto.  Acara diakhiri dengan pembacaan doa.

    Penulis : Abd. Hamid, M.Pd

  • Orientasi Akademik PPG Transformasi+ Bagi Guru Daljab Batch 1 Tahun 2025 Berlangsung Sukses

    Orientasi Akademik PPG Transformasi+ Bagi Guru Daljab Batch 1 Tahun 2025 Berlangsung Sukses

    LPTK IAIN Pontianak- kembali melaksanakan orientasi akademik PPG Transformasi+ bagi guru Daljab batch 1 tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 10 Maret 2025 dan diikuti oleh guru-guru yang telah terpilih sebagai peserta PPG Daljab batch 1 tahun 2025 baik guru Pendidikan Agama Islam maupun guru Madrasah.

    Dalam kesempatan tersebut, Dekan FTIK Prof. Dr. H. Hermansyah, M.Ag menyampaikan bahwa orientasi akademik ini bertujuan untuk mempersiapkan guru-guru dalam mengikuti program PPG Transformasi+ yang menggunakan pendekatan baru dengan pola PPG Daljab Transformasi+, yaitu PPG yang menekankan pembelajaran mandiri melalui Learning Management System (LMS) plus pendampingan.

    “Kami berharap bahwa melalui program PPG Transformasi+ ini, para guru dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mereka sebagai guru, sehingga dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” harap Prof. Hermansyah

    Sementara itu, Kaprodi PPG Ana Rosilawati, M.Ag dalam sambutannya  menyampaikan bahwa orientasi akademik ini merupakan langkah awal yang sangat urgen dalam pelaksanaan program PPG Transformasi+ bagi guru Daljab batch 1 tahun 2025 ini mengingat PPG sekarang jauh berbeda dengan sebelumnya.  

    “Berbeda dengan program PPG sebelumnya, PPG Transformasi+ akan dilaksanakan dengan durasi yang lebih singkat yakni 49 hari dan menggunakan sistem pembelajaran daring (Learning Management System) untuk memudahkan akses bagi guru di berbagai wilayah.” Tutu Ana

    “Kami akan memastikan bahwa para guru mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas dan efektif, sehingga dapat mencapai tujuan program PPG Transformasi+,” tutup Ana

    Dalam orientasi akademik tersebut, para guru diberikan penjelasan tentang desain pembelajaran, sistem pendampingan, serta mekanisme penilaian yang akan digunakan dalam program PPG Transformasi+. Selain itu, para guru juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi tentang program PPG Transformasi+. Dengan demikian, diharapkan para guru Daljab batch 1 tahun 2025 dapat mempersiapkan diri dengan baik dalam mengikuti program PPG Transformasi+ dan meningkatkan kompetensi serta profesionalisme mereka sebagai guru.

  • LPTK IAIN Pontianak Ikuti Rapat Koordinasi Kebijakan Program PPG Dalam Jabatan 2024

    LPTK IAIN Pontianak Ikuti Rapat Koordinasi Kebijakan Program PPG Dalam Jabatan 2024

    Tanggerang (Ftik.iainptk.ac.id) – Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat  Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam mengadakan konsinyering pelaksanaan kegiatan Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2024.

    Acara tersebut berlangsung dari tanggal 20 hingga 22 Juni 2024 di Gedung Aviary Hotel Bintaro Tangerang. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan, Ketua Program Studi, dan admin dari 42 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) penyelenggara PPG di seluruh Indonesia.

    Pada tahun 2024, program PPG ini melibatkan sebanyak 13.034 peserta yang akan didistribusikan ke 42 PTKI yang telah ditunjuk sebagai penyelenggara PPG. Salah satu PTKI yang menerima peserta PPG adalah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, dengan alokasi kuota sebanyak 114 peserta.

    Kaprodi PPG IAIN Pontaianak Ana Rosilawati, M.Ag menyampaikan bahwa peserta PPG di IAIN Pontaianak tahun ini berasal dari  2 Provinsi yaitu Papua Barat dan Sulawesi Selatan, yang semuanya terdiri dari PAI. Para peserta akan mengikuti program PPG mulai 1 Juli 2024, untuk pelaksanaannya, program ini mendapat dukungan anggaran dari pemerintah daerah. Setiap peserta yg dinyatakan lulus akan mendapat pembiayaan APBD yang skema pembiayaannya akan dibayarkan kepada LPTK penyelenggara.  Tutur Ana

    Sementara itu, Fitri Muthaminnah M.Pd sebagai admin Utama yang mengikuti kegiatan rapat koordinasi kebijakan program PPG dalam jabatan tersebut mejelaskan tentang makanisme pelaksanan PPG tahun 2024.

    “Ditahun 2024 ini akan ada sedikit tagihan tugas mahasiswa di LMS, diantaranya tugas mahasiswa diketik langsung di system, Tes Formatif dihapuskan dan Peerteaching menajdi satu paket dengan pembelajaran. Secara rinci akan dijelaskan pada refreshment yang akan diadakan di waktu dekat Bersama mahasiswa dan dosen.” Ucap Fitri

    Kegiatan konsinyering ini bertujuan untuk memastikan persiapan yang matang dan koordinasi yang optimal antara semua pihak terkait, guna menjamin pelaksanaan PPG yang efektif dan berkualitas. Para peserta PPG diharapkan dapat mengembangkan kompetensi profesional mereka untuk menjadi guru yang lebih baik, yang nantinya akan berdampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah masing-masing. Melalui kegiatan ini, Kemenag RI berharap dapat meningkatkan standar pendidikan dan profesionalisme guru di Indonesia, khususnya di bidang pendidikan agama Islam

    Pelaksanaan PPG yang efektif diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam menyiapkan guru-guru berkualitas yang siap mengabdi dan berkontribusi pada kemajuan pendidikan di tanah air.

  • Bahas Percepatan Pendidikan Profesi Guru Agama Islam, LPTK IAIN Pontianak Adakan Audiensi Bersama BAZNAS Kalbar

    Bahas Percepatan Pendidikan Profesi Guru Agama Islam, LPTK IAIN Pontianak Adakan Audiensi Bersama BAZNAS Kalbar

    LPTK IAIN Pontianak melakukan audiensi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Barat pada hari Kamis, (27/06/2024) Ba’da zuhur. Audiensi dari pihak LPTK IAIN Pontianak tersebut diwakili oleh Prof. H. Hermansyah, M.Ag. selaku Dekan FTIK IAIN Pontianak, Helva Zuraya, M.Ag wakil dekan Bidang Administrasi Umum, Pesencanaan, dan Keunagan, Dr. Sahrani, M.Pd wakil dekan bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Ana Rosilawati, M.Ag selaku Kaprodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) IAIN Pontianak, Syamhadi Sy, M.Pd sekretaris PPG, dan Fitri Mutmainnah, M.Pd selaku Admin Utama LPTK IAIN Pontianak.

    Audiensi Kerja Sama tersebut disambut baik oleh Pimpinan BAZNAS Kalbar, Bapak Uray M. Amin selaku Ketua BAZNAS Kalbar dan Bapak Dr. H. Hamzah Tawil selaku Wakil II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan.

    Prof. H. Hermansyah, sebagai ketua LPTK IAIN Pontianak, menyampaikan tujuan audiensi hahwa selain silaturhami sinergi juga menyampaikan juknis PPG tahun 2024 terkait dengan pembiayaan PPG GPAI yang telah lulus pretest. Ini semua sebagai upaya percepatan percepatan bagi guru agama Islam di Kalbar mengikuti Pendidikan Profesi Guru dan meraka mendapat sertifikat Guru Prifesional.”

    “Tujuan kami adalah untuk silaturhmi dan membangun sinergi antra LPTK IAIN Pontianak bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Barat. Selain itu pula kami menyampaikan informasi juknis PPG 2024 yang membolehkan memberikan pembiayan kepada guru-guru dalam pengikuti PPG tahun 2024 dari lembaga pemerintah non struktural (bukan APBD).” Ungkapnya

    Dr. Hamzah Tawil sebagai dari pimpinan Basnaz Kalbar peng-apresiasi terhadap kunjungan LPTK IAIN Pontianak dalam rangka silaturrami sekaligus memberikan informasi terkalit Juknis pelaksanan PPG tahun 2024 yang memperbolehkan Baznas sebagai Lembaga perintah non struktural untuk memberikan pembiyaan kepada guru-guru PAI dan madrasah.

    “Pertama-tama tentu atas nama Pimpinan BAZNAS Kalbar, mengucapkan terima kasih atas audiensinya dari pihak LPTK IAIN Pontianak, mudah-mudahan audiensi bertujuan memberikan informasi terkait juknis pelaksanaan PPG 2024, oleh sebab itu, kami akan segera mencoba berkordinasi dengan Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Barat terkait hal ini, baik mekanisme pembiayaannya maupun data-data atau jumlah guru-guru
    yang sudah lulus pretest.” Ujar Hamzah

    Beliau berharap jika kerja sama ini dapat disepakati agar laporan pembiayaan kepada guruguru nantinya juga dilaporkan ke Basnaz Provinsi Kalimantan Barat.

    Hal yang sama juga diungkapan oleh Uray M. Amin selaku Ketua BAZNAS Kalbar, memberikan apresiasi support atas kunjungan LPTK IAIN Pontianak pada Basnaz Kalbar

    “kami juga ucapkan terima kasih atas kunjungan ini. Kami berharap akan ada persetujuan dan tindak lanjut dalam bentuk MoU antara LPTK IAIN Pontianak dengan BAZNAS dan Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Barat. Tutur Uray

  • Evaluasi Pelaksanaan PPG Daljab Tahun 2023, Langkah Menuju Pendidikan Berkualitas

    Evaluasi Pelaksanaan PPG Daljab Tahun 2023, Langkah Menuju Pendidikan Berkualitas

    Gadenia Resort and SPA menjadi saksi atas gelaran rapat evaluasi pembelajaran Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan tahun 2023 (Sabtu – Minggu, 8-9/06/2024) . Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk, Dekan FTIK, serta Wakil Dekan 1, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III, Kementerian agama Kalimantan Barat, Kaprodi PPG, dosen pengajar PPG, pengelola PPG, dan Guru Pamong yang terlibat dalam PPG Daljab ahun 2023.

    Rapat evaluasi ini dipandu oleh Ahmad Imamul Arifin, yang membacakan susunan acara dari awal hingga akhir. Acara dimulai dengan pembukaan, diikuti oleh nyanyian lagu Indonesia Raya dan Himne IAIN Pontianak yang dipimpin oleh Ibu Rizki Amalia, M.Pd

    Dalam sambutannya, Dekan FTIK Prof. Dr. Hermansyah, M.Ag., selaku Ketua LPTK IAIN Pontianak, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan PPG Batch 1 dan 2 tahun 2023. Beliau menegaskan bahwa PPG adalah tanggung jawab bersama, dan kerjasama yang baik akan menjadikan pembelajaran lebih berkualitas, dengan dampak positif bagi guru, anak didik, dan pendidikan di Indonesia. Pentingnya evaluasi PPG juga disoroti sebagai langkah untuk perbaikan dan kemajuan di masa depan.

    “Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan PPG Batch 1 dan 2 tahun 2023.  PPG adalah tanggung jawab bersama, dan kerjasama yang baik akan menjadikan pembelajaran lebih berkualitas, dengan dampak positif bagi guru, anak didik, dan pendidikan di Indonesia dan melalui pelaksanaan Evaluasi ini menjadi salah satu langkah untuk menjadikan kualiatas pendidikan kedepannya semakin baik.”

    Ana Rosilawati, M.Ag sebagai Kaprodi PPG, laporannya menyampaikan bahwa “ Evaluasi ketiga ini dihadiri oleh 45 orang yang terdiri Rektor, Perwakilan dari Kemenag Provinsi Kalbar, Dekanat, Kabag TU, GKM, Dosen homebase, Guru Pamong, dan admin.”

    Ana juga menekankan bahwa kualitas PPG dapat dilihat dari tingkat kelulusan peserta dan nilai akreditasi Program Studi PPG. Kesuksesan tidak bisa dicapai sendirian, melainkan tanggungjawab bersama.

    “Kualitas PPG IAIN Pontianak dapat dilihat dari tingkat kelulusan peserta dan nilai akreditasi Program Studi PPG. Dan tidak lama lagi PPG IAIN Pontianak akan melaksanakan akreditasi. Semua kesuksesan ini akan kita raih dengan bergandengan tangan dan tanggung jawab bersama.” Tutupnya.

    Sementara itu, Kabid Pendidikan Madrasah H.Hipni, M,Pd mewakili Kakanwil Kementerian Agama Prov. Kalimantan Barat, sebelum membuka acara menyampaikan harapannya program PPG di IAIN Pontianak bisa terus berlanjut, guna mencetak guru yang baik dan berkualitas.

    “Sertifikasi guru merupakan pemenuhan kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi professional. Oleh karena itu, proses sertifikasi dipandang sebagai bagian esensial dalam upaya memperoleh sertifikat kompetensi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Sertifikasi guru merupakan proses uji kompetensi bagi calon atau guru yang ingin memperoleh pengakuan atau meningkatkan kompetensi sesuai profesinya. Pada hakikatnya, sertifikasi guru adalah untuk mendapatkan guru yang baik dan profesional, yang memiliki kompetensi untuk melaksanakan fungsi dan tujuan sekolah khususnya, serta tujuan pendidikan pada umumnya, sesuai kebutuhan masyarakat dan tuntutan zaman.”

    Setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi, beberapa peserta, termasuk Guru Pamong dan Dosen PPG, memberikan masukan dan refleksi terkait dengan pelaksanaan PPG IAIN Pontaianak tahun 2023.

    Wakil Dekan I Bidang APL, Eka Hendry AR, S.Ag., S.Pd., M.Si., M.Pd, dalam sambutan penutupnya juga ucapkan terima kasih kepada semua peserta. Beliau menekankan pentingnya semangat dalam menjalankan amanah negara untuk mengajar PPG dan mencetak guru-guru berkualitas. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama sebagai tanda kebersamaan dalam perjuangan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

  • Sukses Kukuhkan 226 Guru Profesional, LPTK IAIN Pontianak Catat Sejarah Peringkat Pertama Penyelenggara PPG Terbaik Se-IAIN di Indonesia

    Sukses Kukuhkan 226 Guru Profesional, LPTK IAIN Pontianak Catat Sejarah Peringkat Pertama Penyelenggara PPG Terbaik Se-IAIN di Indonesia

    Pontianak – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) berhasil mengukuhkan 226 Mahasiswa PPG LPTK IAIN Pontianak pada acara Pengukuhan Guru Profesional Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), Selasa (30/04/2024) di Ballrom Orchadz Hotel Pontianak. Acara ini diperuntukkan bagi para guru yang lulus UKMPPG dan berhasil meraih gelar Guru Profesional (Gr).

    Hadir dalam acara pengukuhan tersebut perwakilan Kantor Kementerian Agama Kalimantan Barat, Rektor IAIN Pontianak Prof. Dr. H. Syarif, MA., Dekan FTIK IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Hermansyah, M.Ag., Wakil Dekan I, Eka Hendry AR, M.Si., M.Pd., Wakil Dekan II, Helva Zurayah, M.Pd., Wakil Dekan III, Dr. Sahrani, M.Pd., Kabag TU FTIK,  H. Tommy Hardiansyah, SE., MM., Ketua Prodi PPG, Ana Rosilawati, M.Ag., jajaran dosen, guru pamong, dan pengelola Prodi PPG serta tamu undangan.

    Dalam laporannya, Kaprodi PPG, Ana Rosilawati, M.Ag menjelaskan bahwa Dari 63 orang peserta ujian first taker yang mengikuti ujian UKMPPG, terhitung 61 orang atau 96,83% dinyatakan lulus. Sementara dua orang atau 3,17% dinyatakan tidak lulus. Sedangkan dari 20 orang re-taker, tercatat ada 16 orang yang lulus dan 4 orang yang tidak lulus. Sehingga total dari 83 orang peserta ujian, 77 orang atau 92,77% dinyatakan lulus, dan 6 orang atau 7,23% dinyatakan tidak lulus.

    Ana Rosilawati bersyukur atas hasil tersebut. Ia menilai bahwa hasil tersebut sangat memuaskan. “Ini capaian yang sangat luar biasa yang harus kita syukuri dan harus dipertahankan bahkan kita tingkatkan kembali. Kalau sebelumnya K-1 kita bisa maraih 89,72%, pada K-2 ini kita bisa 92,77% ini raihan yang harus kita syukuri. Yang membanggakan, kita peringkat ke 7 di antara PTKIN yang ditunjuk kemenag untuk menyelenggarakan PPG, dan peringkat pertama di antara IAIN yang menyelenggarakan PPG,” ujarnya penuh bahagia.

    “Selamat kepada bapak/ibu guru yang sudah dikukuhkan pada hari ini,  terus semangat dan kreatif dalam menjalankan tugasnya mengajar di lembaga masing-masing. Ingat bahwa program PPG merupakan benteng terahir bagi terwujudnya kualitas guru dalam menghadapi kompleksitas permasalahan dan tantangan pendidikan saat ini. Guru profesional adalah guru-guru yang menginspirasi, menggairahkan, dan mencerdaskan peserta didik. Disiapkan melalui suatu sistem pendidikan di LPTK yang modern dan bermutu dengan menggunakan kurikulum yang adaptif terhadap tuntutan masa depan. Diterapkan dengan prinsip pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan,” Tutupnya.

    Sementara itu, Dekan FTIK, Prof. Dr. H. Hermansyah, M.Ag berpesan dan mengingatkan kepada para guru yang telah dikukuhkan agar selalu meng-update diri terhadap perubahan teknologi.

    “Perubahan adalah sebuah keniscayaan, apalagi globalisasi menuntut banyak aspek secara dinamis menyesuaikan dengan segala perubahan dan kompetisi globalisasi memberikan tantangan tersendiri bagi guru. Semoga para lulusan dan guru yang telah dikukuhkan dan diakui sebagai guru profesional dapat terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi yang positif dalam dunia pendidikan.”

    Kakanwil Kemenag Kalbar melaui Kabid Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papkis) Drs. H. Nahruji, M.Si, ucapkan selamat dan harapnya kepada para guru yang telah dikukuhkam sebagai guru profesional

    ”Selamat kepada bapak/ibu yang telah dikukuhkan sebagai guru profesional pada hari ini, dan kami berharap agar pengukuhan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik dalam memajukan pendidikan di negeri ini. Kehadiran bapak/ibu semua sebagai guru profesional diharapkan dapat mengembangkan pengalaman dan ilmunya untuk memajukan di masing-masing sekolah/madrasah khususnya di dunia pendidikan,”  ujarnya.

    Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Syarif, MA berharap kepada para guru yang telah dikukuhkan, tugasnya semakin berat. “Guru profesional tidak hanya berhenti sampai telah dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat, yang terpenting adalah harus mampu memberikan pelayanan pendidikan terbaik dan memastikan para peserta didik mendapat layanan pendidikan yang baik serta memiliki akhlakul karimah,” terangnya.

    Selain itu, ia juga berpesan agar para guru senantiasa mengajarkan nilai-nilai moderasi beragama kepada peserta didik sejak dini. Artinya, kompetensi yang baik secara intelektual merupakan harapan bersama, tetapi memastikan bahwa anak-anak Indonesia dapat hidup berdampingan dengan orang lain yang berbeda dengannya adalah sebuah keharusan dengan tetap mempedomani nilai-nilai agama Islam.

    Di akhir sambutan, Rektor IAIN Pontianak mengapresiasi kinerja pengelola dan mengucapkan selamat atas kelulusan mahasiswa PPG dalam jabatan yang dikukuhkan hari ini.

    Acara pengukuhan dilanjutkan dengan pembacaan ikrar guru profesional yang dipimpin oleh salah seorang lulusan bernama Aspar Ridwan Lubis. Kemudian dilanjutkan penyampaian pesan dan kesan oleh  mahasiswa PPG dalam jabatan di LPTK IAIN Pontianak. Pesan dan kesan diwakili oleh Asy’ari Said asal Kabupaten Kayong Utara. Selanjutnya acara N78BET diakhiri dengan pembacaan doa.


    Penulis: Abd. Hamid
    Editor: Septian Utut Sugiatno, M.Pd

  • LPTK IAIN Pontianak Catatkan Sejarah Baru Luluskan 92,77 Persen Guru Profesional

    LPTK IAIN Pontianak Catatkan Sejarah Baru Luluskan 92,77 Persen Guru Profesional

    PONTIANAKNEWS.COM (PONTIANAK) – Bertempat di Ballrom Orcadz  Hotel Pontianak, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menggelar acara pengukuhan guru profesional program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

    Acara yang diperuntukkan bagi para guru lulus UKMPPG dan telah berhasil meraih gelar Guru Profesional (Gr). Sebanyak 226 mahasiswa PPG LPTK IAIN Pontianak secara resmi dikukuhkan sebaga Guru Profesonal (Gr) pada hari Selasa (30 April 202).

    Para guru tersebut berhasil menyelesaikan program pelatihan dan uji kompetensi dengan hasil yang memuaskan dan siap menjadi tenaga pendidik yang berkualitas di masa depan. Hadir dalam acara pengukuhan tersebut perwakilan Kantor Kementian Agama Kalimantan Barat, Rektor IAIN Pontianak Prof. Dr. H. Syarif, MA.,  Dekan FTIK IAIN Pontianak Prof. Dr. H. Hermansyah, M.Ag., Wakil Dekan, Kabag TU FTIK  H. Tommy Hardiansyah, SE., MM., Ketua Prodi PPG, Ana Rosilawati, M.Ag.,  jajaran Dosen, Guru Pamong, jajaran pengelola Prodi PPG.

    Kaprodi PPG Ana Rosilawati, M.Ag menjelaskan bahwa Dari 63 orang peserta ujian first taker yang mengikuti ujian UKMPPG, terhitung 61 orang atau 96, 83% dinyatakan lulus. Sementara dua orang atau 3,17% dinyatakan tidak lulus. Sedangkan dari 20 orang re-taker, tercatat ada 16 orang yang lulus dan 4 orang yang tidak lulus. Sehingga total dari 83 orang peserta ujian, 77 orang atau 92,77% dinyatakan lulus, dan 6 orang atau 7,23% dinyatakan tidak lulus. 

    Ana Rasilawati bersyukur atas hasil tersebut. Ia menilai bahwa hasil tersebut sangat memuaskan. 

    “Ini capaian yang sangat luar biasa yang harus kita syukuri dan harus dipertahankan bahkan kita tingkatkan kembali. Kalau sebelumnya K-1 kita bisa maraih 89,72%, pada K-2 ini kita bisa 92,77% ini raihan yang harus kita syukuri. Yang membanggakan, kita peringkat ke 7 diantara PTKIN yang ditunjuk kemenag untuk menyelenggarakan PPG, dan perngkat pertama diantara IAIN yang menyelenggarakan PPG,” ujarnya penuh bahagia.

    Ana Rasilawati  mengucapkan Selamat kepada Bapak/Ibu guru yang sudah dikukuhkan pada hari ini,  terus semangat dan kreatif dalam menjalankan tugasnya mengajar di lembaga masing-masing. Ingat bahwa program PPG merupakan benteng terahir bagi terwujudnya kualitas guru dalam menghadapi kompleksitas permasalahan dan tantangan pendidikan saat ini.

    ”Guru profesional adalah guru-guru yang menginspirasi, menggairahkan, dan mencerdaskan peserta didik, Disiapkan melalui suatu sistem pendidikan di LPTK yang modern dan bermutu dengan menggunakan kurikulum yang adaptif terhadap tuntutan masa depan. Diterapkan dengan prinsip pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan,” ungkapnya.

    Dekan FTIK IAIN Pontianak Prof. Hermansyah berpesan dan mengingatkan kepada para guru yang telah dikukuhhkan agar selalu meng-update diri terhadap perubahan teknologi.

    “Perubahan adalah sebuah keniscayaan, apalagi globalisasi menuntut banyak aspek secara dinamis menyesuaikan dengan segala perubahan dan kompetisi globalisasi memberikan tantangan tersendiri bagi guru. Semoga para lulusan dan guru yang telah dikukuhkan dan di akui sebagai guru profesional dapat terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi yang positif dalam dunia pendidikan,” jelasnya.

    Rektor IAIN Pontianak dalam sambutanya ia berharap kepada para Guru yang telah dikukuhkan tugasnya semakin berat, guru profesional tidak hanya berhenti sampai telah dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat, yang terpenting adalah harus mampu memberikan pelayanan pendidikan terbaik dan memastikan para peserta didk mendapat layanan pendidikan yang baik serta memiliki Akhlakul Karimah.

    ”Saya berpesan agar para guru senantiasa mengajarkan nilai-nilai moderasi beragam kepada peserta didik sejak dini. Artinya, kompetensi yang baik secara intelektual merupakan harapan bersama, tetapi memastikan bahwa anak-anak Indonesia dapat hidup berdampingan dengan orang lain yang berbeda dengannya adalah sebuah keharusan dengan tetap mempedomani nilai-nilai agama Islam.”ungkapnya.

    Dr. H. Syarif, MA selaku Rektor IAIN Pontianak mengapresiasi kinerja pengelola dan mengucapkan selamatkan atas kelulusan mahasiswa PPG dalam jabatan yang dikukuhkan hari ini. Beliau berpesan agar mengutamakan Akhlakul Karimah sebagai Guru PAI maupun Guru Madrasah.

    Acara pengukuhan dilanjutkan dengan pembacaan ikrar Guru Profesional yang dipimpin oleh salah seorang lulusan bernama Aspar Ridwan Lubis, kemudian dilanjutkan penyampaian pesan dan kesan oleh  mahasiswa PPG dalam jabatan di LPTK IAIN Pontianak.

    Pesan dan kesan diwakili oleh Asy’ari Said asal Kabupaten Kayong Utara mewakili para mahasiswa, ia menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada LPTK IAIN Pontianak, para dosen dan pengelola PPG atas kesempatan yang diberikan untuk menimba ilmu kependidikan melalui program Pendidikan Profesi Guru dalam jabatan. Acara diakhiri dengan pembacaan doa.  (Ah)

    Kakanwil Kemenag Kalbar melaui  Kabid Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papkis) Drs. H. Nahruji, M.Si, ucapkan selamat dan harapnnya kepada para guru yang telah dikukuhkam sebagai guru profesional.

    ”Selamat kepada Bapak/Ibu yang telah dikukuhkan sebagai guru profesional pada hari ini, dan kami berharap agar pengukuhan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik dalam memajukan pendidikan di negeri ini. Kehadiran Bapak/Ibu semua sebagai guru profesional diharapkan dapat mengembangkan pengalaman dan ilmunya untuk memajukan dimasing-masing sekolah/madrasah khususnya di dunia pendidikan.”  ujarnya.

    Sumber: https://www.pontianaknews.com/daerah/524604053/lptk-iain-pontianak-catatkan-sejarah-baru-luluskan-9277-persen-guru-profesional?page=2#google_vignette

  • Capaian Gemilang: 92,77% Peserta PPG Lulus, FTIK IAIN Pontianak Berbangga

    Capaian Gemilang: 92,77% Peserta PPG Lulus, FTIK IAIN Pontianak Berbangga

    Bertempat di Ballrom Orcadz Hotel Pontianak, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak menggelar acara pengukuhan guru profesional program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Acara yang diperuntukkan bagi para guru lulus UKMPPG dan telah berhasil meraih gelar Guru Profesional (Gr).

    Sebanyak 226 mahasiswa PPG LPTK IAIN Pontianak secara resmi dikukuhkan sebaga Guru Profesonal pada hari Selasa, 30 April 2024.

    Para guru tersebut berhasil menyelesaikan program pelatihan dan uji kompetensi dengan hasil yang memuaskan dan siap menjadi tenaga pendidik yang berkualitas di masa depan.

    Hadir dalam acara pengukuhan tersebut perwakilan Kantor Kementrian Agama Kalimantan Barat, Rektor IAIN Pontianak Prof. Dr. H. Syarif, MA., Dekan FTIK IAIN Pontianak Prof. Dr. H. Hermansyah, M.Ag., Wakil Dekan, Kabag TU FTIK H. Tommy Hardiansyah, SE., MM., Ketua Prodi PPG, Ana Rosilawati, M.Ag., jajaran Dosen, Guru Pamong, jajaran pengelola Prodi PPG dan tamu undangan.

    Dalam laporannya, Kaprodi PPG Ana Rosilawati, M.Ag menjelaskan bahwa Dari 63 orang peserta ujian first taker yang mengikuti ujian UKMPPG, terhitung 61 orang atau 96, 83% dinyatakan lulus.

    Sementara dua orang atau 3,17% dinyatakan tidak lulus. Sedangkan dari 20 orang re-taker, tercatat ada 16 orang yang lulus dan 4 orang yang tidak lulus.

    Sehingga total dari 83 orang peserta ujian, 77 orang atau 92,77% dinyatakan lulus, dan 6 orang atau 7,23% dinyatakan tidak lulus.

    Ana Rasilawati bersyukur atas hasil tersebut. Ia menilai bahwa hasil tersebut sangat memuaskan.

    “Ini capaian yang sangat luar biasa yang harus kita syukuri dan harus dipertahankan bahkan kita tingkatkan kembali. Kalau sebelumnya K-1 kita bisa maraih 89,72%, pada K-2 ini kita bisa 92,77% ini raihan yang harus kita syukuri. Yang membanggakan, kita peringkat ke 7 diantara PTKIN yang ditunjuk kemenag untuk menyelenggarakan PPG, dan peringkat pertama diantara IAIN yang menyelenggarakan PPG” ujarnya penuh bahagia.

    Prof. Hermansyah, sebagai Dekan FTIK IAIN Pontianak dalam sambutannya berpesan dan mengingatkan kepada para guru yang telah dikukuhkan agar selalu meng-update diri terhadap perubahan teknologi.

    “Perubahan adalah sebuah keniscayaan, apalagi globalisasi menuntut banyak aspek secara dinamis menyesuaikan dengan segala perubahan dan kompetisi globalisasi memberikan tantangan tersendiri bagi guru. Semoga para lulusan dan guru yang telah dikukuhkan dan diakui sebagai guru profesional dapat terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi yang positif dalam dunia pendidikan.”

    Kakanwil Kemenag Kalbar melaui Kabid Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papkis) Drs. H. Nahruji, M.Si, ucapkan selamat dan harapnnya kepada para guru yang telah dikukuhkam sebagai guru profesional.

    ”Selamat kepada Bapak/Ibu yang telah dikukuhkan sebagai guru profesional pada hari ini, dan kami berharap agar pengukuhan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik dalam memajukan pendidikan di negeri ini. Kehadiran Bapak/Ibu semua sebagai guru profesional diharapkan dapat mengembangkan pengalaman dan ilmunya untuk memajukan dimasing-masing sekolah/madrasah khususnya di dunia pendidikan,” ujarnya.

    Sementara itu, Rektor IAIN Pontianak dalam sambutanya ia berharap kepada para Guru yang telah dikukuhkan tugasnya semakin berat.

    Menurutnya “Guru profesional tidak hanya berhenti sampai telah dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat, yang terpenting adalah harus mampu memberikan pelayanan pendidikan terbaik dan memastikan para peserta didik mendapat layanan pendidikan yang baik serta memiliki Akhlakul Karimah, ” ungkapnya penuh harap.

    Selain itu, Prof. Syarif juga berpesan agar para guru senantiasa mengajarkan nilai-nilai moderasi beragam kepada peserta didik sejak dini.

    Artinya, kompetensi yang baik secara intelektual merupakan harapan bersama, tetapi memastikan bahwa anak-anak Indonesia dapat hidup berdampingan dengan orang lain yang berbeda dengannya adalah sebuah keharusan dengan tetap mempedomani nilai-nilai agama Islam.

    Diakhir sambutannya, Prof. Dr. H. Syarif, MA., mengapresiasi kinerja pengelola dan mengucapkan selamat atas kelulusan mahasiswa PPG dalam jabatan yang dikukuhkan hari ini.

    Beliau berpesan agar mengutamakan Akhlakul Karimah sebagai Guru PAI maupun Guru Madrasah.

    Acara pengukuhan dilanjutkan dengan pembacaan ikrar Guru Profesional yang dipimpin oleh salah seorang lulusan bernama Aspar Ridwan Lubis, kemudian dilanjutkan penyampaian pesan dan kesan oleh mahasiswa PPG dalam jabatan di LPTK IAIN Pontianak.

    Pesan dan kesan diwakili oleh Asy’ari Said asal Kabupaten Kayong Utara mewakili para mahasiswa, ia menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada LPTK IAIN Pontianak, para dosen dan pengelola PPG atas kesempatan yang diberikan untuk menimba ilmu kependidikan melalui program Pendidikan Profesi Guru dalam jabatan. Acara diakhiri dengan pembacaan doa.

    Penulis: BEP/Farli
    Editor: Bambang
    Kontributor : Abd. Hamid

  • LPTK IAIN Pontianak Catatkan Sejarah Baru Luluskan 92,77 Persen Guru Profesional

    LPTK IAIN Pontianak Catatkan Sejarah Baru Luluskan 92,77 Persen Guru Profesional

    KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Bertempat di Ballrom Orcadz  Hotel Pontianak, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menggelar acara pengukuhan guru profesional program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

    Acara yang diperuntukkan bagi para guru lulus UKMPPG dan telah berhasil meraih gelar Guru Profesional (Gr). Sebanyak 226 mahasiswa PPG LPTK IAIN Pontianak secara resmi dikukuhkan sebaga Guru Profesonal (Gr) pada hari Selasa (30 April 202).

    Para guru tersebut berhasil menyelesaikan program pelatihan dan uji kompetensi dengan hasil yang memuaskan dan siap menjadi tenaga pendidik yang berkualitas di masa depan. Hadir dalam acara pengukuhan tersebut perwakilan Kantor Kementian Agama Kalimantan Barat, Rektor IAIN Pontianak Prof. Dr. H. Syarif, MA.,  Dekan FTIK IAIN Pontianak Prof. Dr. H. Hermansyah, M.Ag., Wakil Dekan, Kabag TU FTIK  H. Tommy Hardiansyah, SE., MM., Ketua Prodi PPG, Ana Rosilawati, M.Ag.,  jajaran Dosen, Guru Pamong, jajaran pengelola Prodi PPG.

    Kaprodi PPG Ana Rosilawati, M.Ag menjelaskan bahwa Dari 63 orang peserta ujian first taker yang mengikuti ujian UKMPPG, terhitung 61 orang atau 96, 83% dinyatakan lulus. Sementara dua orang atau 3,17% dinyatakan tidak lulus. Sedangkan dari 20 orang re-taker, tercatat ada 16 orang yang lulus dan 4 orang yang tidak lulus. Sehingga total dari 83 orang peserta ujian, 77 orang atau 92,77% dinyatakan lulus, dan 6 orang atau 7,23% dinyatakan tidak lulus. 

    Ana Rasilawati bersyukur atas hasil tersebut. Ia menilai bahwa hasil tersebut sangat memuaskan. 

    “Ini capaian yang sangat luar biasa yang harus kita syukuri dan harus dipertahankan bahkan kita tingkatkan kembali. Kalau sebelumnya K-1 kita bisa maraih 89,72%, pada K-2 ini kita bisa 92,77% ini raihan yang harus kita syukuri. Yang membanggakan, kita peringkat ke 7 diantara PTKIN yang ditunjuk kemenag untuk menyelenggarakan PPG, dan perngkat pertama diantara IAIN yang menyelenggarakan PPG,” ujarnya penuh bahagia.

    Ana Rasilawati  mengucapkan Selamat kepada Bapak/Ibu guru yang sudah dikukuhkan pada hari ini,  terus semangat dan kreatif dalam menjalankan tugasnya mengajar di lembaga masing-masing. Ingat bahwa program PPG merupakan benteng terahir bagi terwujudnya kualitas guru dalam menghadapi kompleksitas permasalahan dan tantangan pendidikan saat ini.

    ”Guru profesional adalah guru-guru yang menginspirasi, menggairahkan, dan mencerdaskan peserta didik, Disiapkan melalui suatu sistem pendidikan di LPTK yang modern dan bermutu dengan menggunakan kurikulum yang adaptif terhadap tuntutan masa depan. Diterapkan dengan prinsip pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan,” ungkapnya.

    Dekan FTIK IAIN Pontianak Prof. Hermansyah berpesan dan mengingatkan kepada para guru yang telah dikukuhhkan agar selalu meng-update diri terhadap perubahan teknologi.

    “Perubahan adalah sebuah keniscayaan, apalagi globalisasi menuntut banyak aspek secara dinamis menyesuaikan dengan segala perubahan dan kompetisi globalisasi memberikan tantangan tersendiri bagi guru. Semoga para lulusan dan guru yang telah dikukuhkan dan di akui sebagai guru profesional dapat terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi yang positif dalam dunia pendidikan,”jelasnya.

    Kakanwil Kemenag Kalbar melaui  Kabid Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papkis) Drs. H. Nahruji, M.Si, ucapkan selamat dan harapnnya kepada para guru yang telah dikukuhkam sebagai guru profesional.

    ”Selamat kepada Bapak/Ibu yang telah dikukuhkan sebagai guru profesional pada hari ini, dan kami berharap agar pengukuhan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik dalam memajukan pendidikan di negeri ini. Kehadiran Bapak/Ibu semua sebagai guru profesional diharapkan dapat mengembangkan pengalaman dan ilmunya untuk memajukan dimasing-masing sekolah/madrasah khususnya di dunia pendidikan.”  ujarnya.

    Rektor IAIN Pontianak dalam sambutanya ia berharap kepada para Guru yang telah dikukuhkan tugasnya semakin berat, guru profesional tidak hanya berhenti sampai telah dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat, yang terpenting adalah harus mampu memberikan pelayanan pendidikan terbaik dan memastikan para peserta didk mendapat layanan pendidikan yang baik serta memiliki Akhlakul Karimah.

    ”Saya berpesan agar para guru senantiasa mengajarkan nilai-nilai moderasi beragam kepada peserta didik sejak dini. Artinya, kompetensi yang baik secara intelektual merupakan harapan bersama, tetapi memastikan bahwa anak-anak Indonesia dapat hidup berdampingan dengan orang lain yang berbeda dengannya adalah sebuah keharusan dengan tetap mempedomani nilai-nilai agama Islam.”ungkapnya.

    Dr. H. Syarif, MA selaku Rektor IAIN Pontianak mengapresiasi kinerja pengelola dan mengucapkan selamatkan atas kelulusan mahasiswa PPG dalam jabatan yang dikukuhkan hari ini. Beliau berpesan agar mengutamakan Akhlakul Karimah sebagai Guru PAI maupun Guru Madrasah.

    Acara pengukuhan dilanjutkan dengan pembacaan ikrar Guru Profesional yang dipimpin oleh salah seorang lulusan bernama Aspar Ridwan Lubis, kemudian dilanjutkan penyampaian pesan dan kesan oleh  mahasiswa PPG dalam jabatan di LPTK IAIN Pontianak.

    Pesan dan kesan diwakili oleh Asy’ari Said asal Kabupaten Kayong Utara mewakili para mahasiswa, ia menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada LPTK IAIN Pontianak, para dosen dan pengelola PPG atas kesempatan yang diberikan untuk menimba ilmu kependidikan melalui program Pendidikan Profesi Guru dalam jabatan. Acara diakhiri dengan pembacaan doa.  (N78BET)

    Editor : Aan

    Sumber: https://www.kalbarnews.co.id/2024/05/lptk-iain-pontianak-catatkan-sejarah.html

  • Tingkat Kelulusan UKMPPG IAIN Pontianak Capai 92,77 Persen

    Tingkat Kelulusan UKMPPG IAIN Pontianak Capai 92,77 Persen

    KBRN, Pontianak: Tingkat kelulusan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Guru (UKMPPG) IAIN Pontianak mencapai 92,77 persen. 

    Presentase itu terlihat berdasarkan Pengumuman Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia nomor B-206/DJ.I/Dt.I.III/HM.00/02/2024 perihal Pengumuman Hasil UKMPPG Batch-2 Guru Kategori-2 (K-2), tertanggal 29 Februari 2024, sejumlah LPTK Pelaksana Kegiatan PPG yang berada di Perguruan Tinggi mengeluarkan pengumuman kelulusan bagi peserta tes UKMPPG Batch 2 Guru K-2, tidak terkecuali LPTK Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pontianak.

    Sebanyak 83 orang peserta ujian yang terdiri dari 63 orang first taker atau baru pertama kali dan 20 orang re-taker mengikuti ujian UKMPPG pada 17 Februari 2024 lalu di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati Bandung. 

    Peserta ujian ini berasal dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Ujian PPG ini merupakan syarat untuk mendapatkan sertifikasi sebagai guru yang telah diatur oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. 

    Dari 63 orang peserta ujian first taker yang mengikuti ujian UKMPPG, terhitung 61 orang atau 96, 83% dinyatakan lulus. Sementara dua orang atau 3,17% dinyatakan tidak lulus.

    Sedangkandari 20 orang re-taker, tercatat ada 16 orang yang lulus dan 4 orang yang tidak lulus. Sehingga total dari 83 orang peserta ujian, 77 orang atau 92,77% dinyatakan lulus, dan 6 orang atau 7,23% dinyatakan tidak lulus. 

    Kaprodi PPG IAIN Pontianak Ana Rasilawati bersyukur atas hasil tersebut. Ia menilai, bahwa hasil tersebut sangat memuaskan. 

    “Ini capaian yang sangat luar biasa yang harus kita syukuri dan terus kita pertahankan, bahkan kita tingkatkan kembali. Kalau sebelumnya K-1 kita bisa maraih 89,75%, pada K-2 ini kita bisa 92,77% ini raihan yang harus kita syukuri,” ujarnya, Kamis (7/3/2024). 

    “Selamat kepada Bapak/Ibu guru yang sudah dinyatakan lulus pada UKMPPG kali ini dan tetap semangat kepada 8 orang yang belum lulus. Masih ada kesempatan untuk mengikuti UKMPPG pada batch berikutnya,” ucap Ana Rasilawati. 

    Hal senada juga disampaikan oleh Syamhadi selaku sekretaris Prodi PPG IAIN Ponianak. 

    “Selamat kepada yang sudah dinyatakan lulus UKMPPG. Ini hasil yang sangat memuaskan yang harus kita syukuri, semua ini hasil kerja keras kita semua/pengelola, terutama para admin kelas yang sangat luar biasa,” ucapnya. 

    “Kepada peserta yang telah dinyatakan lulus UKMPP diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif dalam dunia pendidikan dan membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia,” tuturnya. 

    Dalam ujian yang dilaksanakan secara daring, peserta diuji sesuai dengan soal sebanyak 120 nomor sesuai mata pelajaran yang diampuh. Dengan hasil yang memuaskan, para peserta berhasil menunjukkan kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang guru yang profesional.

    Sumber: https://rri.co.id/pontianak/daerah/584188/tingkat-kelulusan-ukmppg-iain-pontianak-capai-92-77-persen